Puji Langkah Kapolda Aceh, Perang Melawan Narkoba Demi Masa Depan Generasi Muda Aceh

Puji Langkah Kapolda Aceh, Perang Melawan Narkoba Demi Masa Depan Generasi Muda Aceh

Selasa, 20 Oktober 2026


Jakarta, Rajapena.com, Ketua Umum Mahasiswa Pemuda Aceh Serantau, Rifqi Maulana, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepolisian Daerah (Polda) Aceh beserta jajaran atas upaya pengungkapan kasus narkotika di Aceh. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian penting dalam melindungi masyarakat sekaligus menjaga masa depan generasi muda Aceh dari ancaman narkoba.


Berdasarkan data Ditresnarkoba Polda Aceh, sepanjang Januari hingga September 2026, Polda Aceh bersama jajaran berhasil mengungkap 979 kasus narkotika dengan 1.253 tersangka. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 orang tercatat berasal dari kalangan pelajar atau remaja.


Rifqi menilai angka tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh elemen masyarakat bahwa persoalan narkoba tidak cukup ditangani melalui penegakan hukum semata, tetapi juga membutuhkan penguatan pendidikan, pengawasan keluarga, dan kepedulian lingkungan.


“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Aceh beserta seluruh jajaran atas upaya pemberantasan narkoba. Ini merupakan langkah penting untuk melindungi masyarakat. Namun, yang lebih utama adalah bagaimana kita bersama-sama menyelamatkan generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika,” ujar Rifqi.


Rifqi secara khusus mengapresiasi perhatian Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan terhadap kalangan pelajar. Dalam kegiatan upacara di SMA Negeri 2 Banda Aceh pada Senin (19/10/2026), Kapolda mengingatkan para siswa agar menjauhi narkoba, menjaga pergaulan, dan mengisi masa sekolah dengan kegiatan positif.


Menurut Rifqi, pendekatan yang menggabungkan penegakan hukum dengan edukasi merupakan langkah strategis. Sekolah, keluarga, tokoh agama, organisasi kepemudaan, dan aparat kepolisian perlu membangun kerja sama agar pelajar memiliki lingkungan yang aman untuk belajar dan mengembangkan potensi.


“Anak-anak kita adalah masa depan Aceh dan Indonesia. Mereka harus mendapatkan ruang untuk belajar, berprestasi, dan meraih cita-cita. Jangan sampai masa depan mereka rusak akibat narkoba,” tegasnya.


Sebagai Ketua Umum Mahasiswa Pemuda Aceh Serantau, Rifqi menegaskan bahwa mahasiswa dan pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam menghadapi ancaman narkoba. Generasi muda harus berperan aktif melalui edukasi, kegiatan sosial, kampanye antinarkoba, serta pembentukan lingkungan pergaulan yang sehat.


Ia juga mendorong agar upaya pencegahan diperkuat hingga ke tingkat sekolah, kampus, gampong, dan komunitas pemuda. Pendekatan yang humanis terhadap pelajar yang membutuhkan pendampingan juga penting agar mereka memperoleh kesempatan untuk memperbaiki diri dan melanjutkan pendidikan.


“Pemberantasan narkoba harus menjadi gerakan bersama. Polri menjalankan tugas penegakan hukum, sementara masyarakat, keluarga, sekolah, mahasiswa, dan pemuda turut memperkuat pencegahan. Kita ingin Aceh melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing,” katanya.


Rifqi berharap Polda Aceh terus memperkuat langkah pemberantasan jaringan peredaran narkotika sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan menjaga Aceh dari ancaman narkoba perlu diukur bukan hanya dari pengungkapan kasus, tetapi juga dari semakin kuatnya upaya pencegahan dan perlindungan terhadap generasi muda.


Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap kepolisian harus diwujudkan melalui kolaborasi yang nyata, evaluasi berkelanjutan, dan keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman.


“Kami mendukung upaya Polda Aceh dalam memberantas narkoba. Mari kita rapatkan barisan, lindungi anak-anak kita, dan jaga masa depan Aceh. Generasi muda harus menjadi kekuatan pembangunan bangsa, bukan korban narkotika,” tutup Rifqi Maulana.


(**)