Soppeng, Rajapena.com, Pengawasan terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi di Soppeng mendapat perhatian langsung dari jajaran Polres Soppeng
.
Wakapolres Soppeng Kompol Tamar, S.Sos., turun langsung mengecek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Soppeng, Selasa (1/9/2026).
Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh proses di SPPG berjalan tertib, sesuai ketentuan dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Didampingi sejumlah personel, Kompol Tamar meninjau sejumlah bagian di lingkungan SPPG. Ia juga melihat langsung aktivitas personel serta proses pelayanan yang sedang berlangsung.
Menurut Wakapolres, pengawasan menjadi bagian penting untuk memastikan program berjalan konsisten. Setiap tahapan, kata dia, harus diperhatikan agar kualitas hasil pelayanan tetap terjaga.
“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh proses dapat berjalan dengan baik, tertib dan konsisten. Setiap tahapan harus diperhatikan agar hasil yang diberikan benar-benar memenuhi standar yang telah ditentukan,” ujar Kompol Tamar.
Di tempat terpisah, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menegaskan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan program harus dilakukan secara berkesinambungan.
Ia meminta personel tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga memperhatikan setiap proses yang berlangsung di lapangan.
Kedisiplinan, profesionalitas dan koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat menjadi perhatian Kapolres.
Bahkan, setiap temuan di lapangan diminta segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Laksanakan tugas dengan teliti dan penuh tanggung jawab. Hal-hal kecil yang ditemukan di lapangan jangan diabaikan, tetapi segera dikoordinasikan dan dicarikan solusinya,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penekanan penting dalam pengawasan SPPG. Bagi jajaran Polres Soppeng, menjaga kualitas pelayanan berarti memastikan setiap proses mendapat perhatian sejak awal.
Pengecekan Wakapolres sekaligus menjadi bagian dari penguatan pengawasan internal agar SPPG Polres Soppeng dapat menjalankan fungsinya secara optimal dan konsisten.
Intinya, pengawasan bukan menunggu persoalan muncul. Setiap potensi kendala di lapangan harus dikenali dan dicarikan solusi sedini mungkin.
(Andi Asrul)
