Soppeng, Rajapena.com, Kesiapsiagaan menjadi pesan utama Wakil Bupati Soppeng dalam peringatan HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Soppeng yang dirangkaikan dengan pelantikan Forum Relawan PMI (Forpis) Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Markas PMI Kabupaten Soppeng, Rabu (23/9/2026), itu mengusung tema “Peduli, Bergerak, Bersama”.
Wakil Bupati menilai tema tersebut memiliki makna penting bagi para relawan. Sebab, tugas kemanusiaan menuntut kesiapan untuk hadir ketika masyarakat menghadapi kondisi sulit, termasuk saat bencana melanda.
Kabupaten Soppeng, kata dia, memiliki potensi bencana seperti banjir dan longsor. Kondisi tersebut harus diantisipasi dengan kesiapan personel dan kekuatan relawan yang mampu bergerak cepat.
“Dengan segala kecintaan kita terhadap daerah ini, kita harus mempersiapkan diri. Kita harus siap ketika dibutuhkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, kesiapan tidak boleh dibangun setelah bencana terjadi. Relawan harus memiliki semangat untuk terus belajar, memahami peran, memperkuat koordinasi, serta membangun kekompakan antarsesama.
Tema “Peduli, Bergerak, Bersama”, lanjutnya, harus menjadi prinsip dalam menjalankan pengabdian. Kepedulian harus melahirkan gerakan, sedangkan gerakan akan semakin kuat apabila dilakukan secara bersama-sama.
“Sekali kita menjadi aktivis kemanusiaan, maka kita harus siap jika dipanggil kapan saja. Karena tugas kemanusiaan membutuhkan kesiapan, keikhlasan, dan kebersamaan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati juga memberikan ucapan selamat kepada pengurus dan anggota Forpis PMI Kabupaten Soppeng yang dilantik.
Ia berharap Forpis menjadi wadah yang mampu memperkuat kapasitas sekaligus regenerasi relawan PMI, terutama dari kalangan generasi muda.
Keberadaan relawan yang tangguh, menurutnya, sangat penting untuk memperkuat pelayanan kemanusiaan di daerah. Bukan hanya ketika bencana terjadi, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Peringatan HUT ke-81 PMI pun menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen tersebut.
Bagi relawan kemanusiaan, kesiapan bukan menunggu bencana datang. Kesiapan dibangun sejak sebelum masyarakat membutuhkan pertolongan.
(Red)
