Tiga Nama Jadi Mesin Awal IAS, Nurmal Idrus: Komposisi Ini Bisa Mengikat Golkar Sulsel

Tiga Nama Jadi Mesin Awal IAS, Nurmal Idrus: Komposisi Ini Bisa Mengikat Golkar Sulsel

Minggu, 06 September 2026


Makassar, Rajapena.com, Formasi inti kepengurusan Partai Golkar Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mulai terbaca.


Tiga figur yang mengisi posisi strategis adalah Supriansa, Rahman Pina dan Amirullah Nur Saenong. Supriansa diposisikan sebagai Ketua Harian, Rahman Pina sebagai Sekretaris, sedangkan Amirullah Nur Saenong dipercaya sebagai Bendahara Golkar Sulsel periode 2026-2031.


Komposisi tersebut sebelumnya masih menjadi bagian dari proses penyusunan struktur kepengurusan. IAS sempat menyebut terdapat sejumlah kandidat untuk posisi sekretaris dan dua nama yang dipertimbangkan untuk jabatan bendahara.


Kini, tiga posisi tersebut mulai menemukan titik terang.


Direktur Nurani Strategic, Dr. Nurmal Idrus, menilai formasi tersebut memiliki kekuatan karena masing-masing figur membawa modal politik dan organisasi yang berbeda.


“Saya kira itu komposisi terbaik. Ketiganya memiliki karakter dan kapasitas yang saling melengkapi,” ujar Nurmal. Minggu (6/9/2026). 


Menurut Nurmal, kekuatan formasi tersebut bukan semata pada nama-nama yang dipilih, melainkan pada fungsi yang dapat dimainkan masing-masing figur.


Supriansa dinilai memiliki kapasitas politik untuk mendampingi IAS menjalankan konsolidasi internal.


Nurmal menyebut posisi Ketua Harian akan sangat menentukan karena figur yang mendudukinya harus mampu menjaga mesin organisasi tetap bergerak ketika Ketua DPD I menjalankan agenda politik yang lebih luas.


“Supriansa bisa memback up IAS dalam membingkai kepengurusan Golkar Sulsel yang masih terserak,” kata Nurmal.


Ia menegaskan, Ketua Harian tidak boleh hanya menjadi jabatan simbolik.


“Ketua harian bukan sekadar posisi administratif, tetapi harus mampu menjadi penggerak organisasi ketika ketua berada pada ruang-ruang politik yang lebih luas,” ujarnya.


Rahman Pina dinilai memiliki modal pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan posisi Sekretaris.


Pengalamannya dalam organisasi politik serta sebagai pimpinan DPRD menjadi nilai tambah dalam mengelola kerja kepartaian.


“Rahman Pina punya pengalaman sebagai sekretaris dan juga pengalaman sebagai pimpinan DPRD,” kata Nurmal.


Menurutnya, posisi Sekretaris memiliki fungsi strategis karena menjadi penghubung antara keputusan politik pimpinan dengan kerja organisasi.


“Sekretaris harus mampu menerjemahkan keputusan politik ketua menjadi kerja organisasi yang konkret,” ujarnya.


Dengan kata lain, Rahman Pina diharapkan bukan hanya mengurus administrasi, tetapi memastikan arah politik IAS dapat diterjemahkan menjadi program dan gerakan organisasi.


Sementara itu, posisi Bendahara kini dipercayakan kepada Amirullah Nur Saenong. IAS menyebut pihaknya tinggal menunggu jadwal pelantikan dari DPP Golkar.


Nurmal sejak awal melihat posisi tersebut membutuhkan figur yang mampu menopang keberlangsungan organisasi dari sisi finansial.


“Amirullah Nur akan menjadi salah satu penopang finansial kepengurusan yang solid,” jelasnya.


Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan menjadi bagian penting dari kekuatan organisasi politik.


“Organisasi sebesar Golkar Sulsel tentu membutuhkan kemampuan pengelolaan keuangan yang kuat, transparan dan mampu menopang seluruh agenda organisasi,” katanya.


Bagi Nurmal, tiga figur tersebut dapat menjadi fondasi awal bagi IAS untuk membangun kembali kekuatan Golkar Sulsel.


Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya justru berada pada struktur lengkap kepengurusan.


“Kalau tiga nama ini benar-benar masuk dalam posisi KSB, IAS sudah memiliki mesin awal yang cukup kuat. Tinggal bagaimana komposisi di bawahnya disusun agar mampu mengakomodasi seluruh kekuatan yang ada di Golkar Sulsel,” ujarnya.


Hal itu penting karena struktur Golkar Sulsel dihuni banyak figur dengan latar belakang, jaringan dan kepentingan politik yang berbeda.


“Golkar Sulsel tidak kekurangan orang hebat. Tantangannya adalah bagaimana orang-orang hebat itu bisa ditempatkan dalam satu orkestrasi yang sama,” tegas Nurmal.


Menurut dia, Ketua, Ketua Harian, Sekretaris dan Bendahara harus menjadi simpul utama yang mampu menjaga keseimbangan internal.


“Ketua, ketua harian, sekretaris dan bendahara harus menjadi simpul yang mampu mengikat seluruh kelompok,” pungkasnya.


Dengan semakin jelasnya formasi inti tersebut, pekerjaan IAS kini bergeser dari sekadar memilih figur menuju membangun mesin organisasi.


Sebab, kekuatan kepengurusan baru Golkar Sulsel tidak hanya akan diukur dari siapa yang duduk di kursi strategis, tetapi dari kemampuan mereka mengubah struktur tersebut menjadi mesin konsolidasi yang efektif menghadapi agenda politik 2029.


(Red)