Konawe Selatan, Rajapena.com, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) mahasiswa baru di Pasar Rakyat Potoro, Jumat (11/9/2026).
PBAK yang berlangsung hingga Minggu (13/9/2026) itu dikemas berbeda dengan kegiatan orientasi mahasiswa pada umumnya. Peserta tidak hanya menerima materi di lingkungan kampus, tetapi juga diajak berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Kegiatan dibuka Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Dr. Basrin Melamba, M.A., bersama jajaran pimpinan yayasan dan institut.
Turut hadir Ketua Yayasan Al Asri, Marda, SKM., M.Si., Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., para wakil rektor, dekan dan ketua program studi.
Basrin mengatakan, pemilihan Pasar Rakyat Potoro sebagai lokasi PBAK merupakan bagian dari pendekatan pembelajaran yang ingin mempertemukan mahasiswa dengan realitas kehidupan masyarakat.
“Mahasiswa tidak boleh terasing dari denyut nadi masyarakatnya. Pasar adalah laboratorium sosial dan ekonomi yang paling autentik untuk belajar memahami kehidupan nyata,” ujar Basrin.
Ia menilai mahasiswa perlu dibekali kemampuan untuk membaca kondisi sosial sekaligus melihat peluang ekonomi yang ada di sekitarnya.
Karena itu, selama PBAK berlangsung, mahasiswa baru diajak mengamati aktivitas perdagangan dan berdialog dengan para pelaku usaha mikro.
Sejumlah persoalan juga menjadi bahan pengamatan mahasiswa, mulai dari fluktuasi harga, akses permodalan hingga pemasaran produk lokal.
Menurut Basrin, pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan sekaligus kepedulian sosial sejak mahasiswa mulai memasuki dunia akademik.
Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, juga mendorong mahasiswa agar mampu melihat potensi daerah sebagai peluang untuk menciptakan nilai tambah.
“Konawe Selatan memiliki potensi sumber daya yang sangat besar. Sejak hari pertama di kampus ini, mahasiswa harus mulai berpikir kreatif untuk menciptakan nilai tambah ekonomi dari lingkungan sekitarnya,” katanya.
Ketua Yayasan Al Asri, Marda, mengapresiasi konsep PBAK tersebut. Ia menilai pembelajaran yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dapat memberikan pengalaman yang lebih kontekstual bagi mahasiswa baru.
Selain kegiatan lapangan, peserta PBAK tetap mendapatkan pembekalan terkait tata kelola akademik, pengenalan fakultas dan program studi, etika kemahasiswaan, wawasan kebangsaan serta moderasi beragama.
Para dekan dan ketua program studi turut mengarahkan mahasiswa untuk menghubungkan hasil pengamatan di lapangan dengan disiplin ilmu yang akan mereka pelajari di bangku kuliah.
PBAK di Pasar Rakyat Potoro menjadi langkah awal IAI Rawa Aopa dalam memperkenalkan kehidupan akademik sekaligus menanamkan kepekaan sosial, kemampuan membaca peluang dan semangat kewirausahaan kepada mahasiswa baru.
(Red)
