18 SPPG Berdiri di Soppeng, Ketua Panitia Ingatkan Kualitas MBG Tak Boleh Kalah oleh Target

18 SPPG Berdiri di Soppeng, Ketua Panitia Ingatkan Kualitas MBG Tak Boleh Kalah oleh Target

Minggu, 13 September 2026


Soppeng, Rajapena.com, Perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Soppeng terus berjalan. Hingga September 2026, sebanyak 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tercatat telah beroperasi.


Namun, bertambahnya jumlah SPPG dinilai tidak boleh hanya menjadi indikator keberhasilan program. Di tengah semakin luasnya cakupan layanan, kualitas makanan dan keamanan pangan justru harus mendapat perhatian lebih besar.


Pesan itu disampaikan Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M Gabungan Mitra MBG Kabupaten Soppeng, Yunas Asri, dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Lapatau, Sabtu malam (12/9/2026).


Yunas mengingatkan seluruh mitra agar tidak terjebak pada orientasi mengejar jumlah produksi dan distribusi makanan semata.


“Dengan 18 SPPG yang sudah beroperasi, tentu tanggung jawab kita semakin besar. Jangan sampai kuantitas bertambah, tetapi kualitas justru terabaikan,” tegas Yunas.


Menurutnya, keberhasilan MBG seharusnya tidak hanya diukur dari berapa banyak makanan yang berhasil diproduksi maupun berapa banyak penerima manfaat yang terlayani.


Lebih dari itu, setiap porsi makanan yang disalurkan harus dipastikan memenuhi standar gizi, higienis, aman dan layak dikonsumsi.


Karena itu, Yunas meminta pengelola SPPG memperketat perhatian pada seluruh proses penyediaan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, pemasakan, pengemasan hingga distribusi.


Hal tersebut dinilai penting karena penerima manfaat MBG berasal dari berbagai kelompok dengan kebutuhan gizi yang berbeda, termasuk anak sekolah, santri, balita, ibu hamil dan ibu menyusui.


“Program ini menyangkut kesehatan dan masa depan generasi kita. Karena itu, setiap makanan yang disiapkan harus benar-benar diperhatikan kualitas dan keamanannya,” ujarnya.


Yunas juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung pelaksanaan MBG, termasuk penyediaan fasilitas SPPG, pendataan penerima manfaat serta pengujian sampel makanan melalui laboratorium daerah.


Meski demikian, ia menekankan bahwa dukungan pemerintah harus berjalan beriringan dengan komitmen para mitra di lapangan.


Menurutnya, pengawasan tidak boleh hanya dilakukan ketika terjadi persoalan. Standar pelayanan dan keamanan pangan harus dijaga secara konsisten sejak makanan dipersiapkan hingga diterima oleh penerima manfaat.


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Menguatkan Semangat Berbagi untuk Generasi Sehat dan Berakhlak Mulia.”


Bagi Yunas, tema tersebut memiliki keterkaitan kuat dengan pelaksanaan MBG. Semangat berbagi, kata dia, bukan sekadar memastikan makanan sampai ke tangan penerima, tetapi juga memastikan makanan yang diberikan benar-benar membawa manfaat.


Dengan 18 SPPG yang kini beroperasi, tantangan MBG di Soppeng pun semakin besar. Perluasan layanan harus dibarengi pengawasan yang kuat agar pertumbuhan jumlah SPPG tidak berujung pada penurunan mutu.


Sebab, di balik setiap porsi makanan yang dibagikan terdapat tanggung jawab terhadap kesehatan penerima manfaat.


Bertambah banyak bukan berarti semakin baik, jika kualitas justru dikorbankan.


(Andi Asrul)