Soppeng, Rajapena.com, Malam di Kawasan Wisata Alam (KWA) Waduk Ompo berlangsung hangat dan akrab pada Selasa (4/8/2026) malam. Di tengah deretan tenda yang diterangi lampu temaram, para peserta perkemahan masih terlihat bercengkerama sambil menikmati teh panas setelah seharian mengikuti rangkaian kegiatan.
Di suasana yang santai itu, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng hadir tanpa agenda seremonial. Tidak ada panggung, tanpa pengeras suara, dan tanpa sambutan resmi. Usai menyapa peserta, ia memilih duduk lesehan bersama para Pramuka, pembina gugus depan, serta orang tua peserta.
Dengan secangkir teh hangat dan penganan sederhana, percakapan pun mengalir santai hingga larut malam. Suwardi tampak menikmati momen kebersamaan tersebut dengan mendengarkan cerita para peserta satu per satu.
Dari satu tenda ke tenda lainnya, ia menyempatkan diri menanyakan pengalaman para Pramuka selama mengikuti perkemahan, kegiatan yang paling berkesan, hingga kesiapan kontingen Pramuka Soppeng yang akan mengikuti Jambore Nasional XII di Cibubur.
Tawa kecil beberapa kali terdengar saat peserta menceritakan pengalaman mereka selama berada di bumi perkemahan. Para pembina juga berbagi kisah mengenai proses mendampingi peserta, sementara para orang tua menyampaikan harapan agar anak-anak mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab melalui pendidikan kepramukaan.
Dalam kesempatan itu, Suwardi lebih banyak mendengarkan. Sesekali ia menanggapi cerita para peserta dengan pertanyaan ringan yang membuat suasana semakin cair dan akrab, tanpa jarak antara kepala daerah dan para Pramuka.
Kunjungan malam tersebut turut dihadiri Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Soppeng H. Saharuddin bersama pengurus Kwarcab, di antaranya Musdar Asman. Hadir pula Wakil Ketua Kwartir Ranting Lilirilau Sitti Halijah, S.Pd., Sekretaris Kwarran Lilirilau Andi Nur Alam, S.Pd., M.Pd., Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan SDN 161 Karya Huriah, S.Pd., serta Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan SDN 120 Berru Hj. Syamsuri, S.Pd.
Bagi peserta, kehadiran Bupati Soppeng malam itu menjadi pengalaman tersendiri. Mereka tidak hanya menerima motivasi secara formal, tetapi juga merasakan langsung perhatian seorang pemimpin yang hadir di tengah-tengah mereka dengan suasana penuh keakraban.
Di tengah udara malam Waduk Ompo yang mulai dingin, secangkir teh hangat, penganan sederhana, dan percakapan tanpa sekat menjadi penanda bahwa perhatian kepada generasi muda tidak selalu harus hadir di atas panggung. Kadang, kepedulian justru lebih terasa saat pemimpin memilih duduk bersama, mendengar cerita, dan hadir sepenuhnya di tengah mereka.
(Andi Asrul)
