Demi Petani, Bupati Soppeng Jemput Bola ke PLN, Dorong Listrik Masuk Sawah Segera Terwujud

Demi Petani, Bupati Soppeng Jemput Bola ke PLN, Dorong Listrik Masuk Sawah Segera Terwujud

Selasa, 21 Juli 2026

 


Soppeng, Rajapena.com, Keseriusan Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng dalam membangun sektor pertanian kembali dibuktikan dengan langkah proaktif menggandeng PT PLN (Persero). Kali ini, orang nomor satu di Kabupaten Soppeng itu secara langsung melakukan audiensi dengan jajaran PLN untuk mempercepat realisasi program Listrik Masuk Sawah, yang diyakini menjadi solusi bagi lahan pertanian tadah hujan.


Pertemuan berlangsung di Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Makassar, Senin (20/7/2026). Bupati Suwardi hadir didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng, H. Asis Dahlan.


Rombongan Pemerintah Kabupaten Soppeng diterima langsung oleh General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah. Turut hadir Manager PLN ULP Pajalesang Muh. Faisal Hasan bersama jajaran PLN lainnya.


Dalam audiensi tersebut, Suwardi Haseng memaparkan kondisi pertanian di Kabupaten Soppeng yang hingga kini masih didominasi sawah tadah hujan. Kondisi itu membuat petani sangat bergantung pada curah hujan, sehingga saat musim kemarau datang, banyak lahan yang tidak dapat ditanami secara maksimal.


Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Soppeng menggagas program Listrik Masuk Sawah, yakni memperluas jaringan listrik hingga ke kawasan pertanian agar pompa air dari sungai maupun sumur bor dapat digunakan secara optimal.


Menurut Suwardi, keberadaan jaringan listrik menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pompanisasi yang selama ini menjadi salah satu solusi penyediaan air bagi lahan pertanian.


"Sebagian besar sawah di Kabupaten Soppeng masih bergantung pada air hujan. Karena itu, kami mendorong pengembangan pompanisasi agar petani memiliki sumber air yang lebih terjamin dan dapat meningkatkan intensitas tanam. Upaya tersebut membutuhkan dukungan jaringan listrik yang memadai. Kami berharap PLN dapat menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam memperluas jangkauan layanan kelistrikan hingga ke kawasan persawahan sehingga program Listrik Masuk Sawah dapat diwujudkan secara bertahap," kata Suwardi Haseng.


Ia menegaskan, program tersebut bukan sekadar menghadirkan listrik ke area persawahan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan tersedianya pasokan listrik, petani dapat memanfaatkan pompa air listrik yang lebih efisien dibandingkan mesin berbahan bakar minyak.


Selain mengurangi biaya operasional petani, pemanfaatan listrik juga diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman. Lahan yang sebelumnya hanya bisa ditanami sekali setahun karena keterbatasan air berpeluang ditanami dua hingga tiga kali dalam setahun apabila kebutuhan air dapat dipenuhi.


Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak juga membahas sejumlah kawasan pertanian yang menjadi prioritas pengembangan jaringan listrik. Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap perluasan jaringan distribusi dapat dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.


Bagi Suwardi Haseng, kolaborasi dengan PLN menjadi bagian dari strategi membangun pertanian modern di Kabupaten Soppeng. Selain memperkuat sistem irigasi melalui pompanisasi, pemerintah daerah juga terus mengembangkan berbagai program pendukung untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.


Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis program Listrik Masuk Sawah dapat segera direalisasikan. Kehadiran jaringan listrik di kawasan pertanian diharapkan menjadi tonggak baru dalam upaya meningkatkan produksi pangan, menjaga keberlanjutan sektor pertanian, serta mewujudkan kemandirian pangan di Bumi Latemmamala.


(Andi Asrul)