Bupati Suwardi Haseng Tunjukkan Hasil Lobi ke Pusat, Program Rp60 Miliar Masuk ke Soppeng

Bupati Suwardi Haseng Tunjukkan Hasil Lobi ke Pusat, Program Rp60 Miliar Masuk ke Soppeng

Rabu, 22 Juli 2026


Soppeng, Rajapena.com,– Upaya Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng membangun komunikasi dengan pemerintah pusat kembali membuahkan hasil. Kabupaten Soppeng resmi menjadi salah satu daerah penerima Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) dengan nilai sekitar Rp60 miliar untuk mendukung penguatan 20 Brigade Pangan Milenial.


Program yang didanai Bank Dunia tersebut merupakan salah satu program strategis Kementerian Pertanian RI dalam mendorong modernisasi pertanian berbasis korporasi. Masuknya Soppeng sebagai daerah penerima dinilai tidak lepas dari komunikasi, koordinasi, serta kesiapan pemerintah daerah dalam memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan.


Proses tersebut semakin diperkuat dengan kunjungan Direktur ICARE Bram Kusbiantoro bersama perwakilan Bank Dunia, Mr. Joel, ke Kabupaten Soppeng pada pertengahan Juli 2026. Tim melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi yang diusulkan sekaligus memverifikasi kesiapan daerah dalam menjalankan program.


Hasil verifikasi itu menempatkan Kabupaten Soppeng sebagai salah satu penerima Program ICARE. Direktur ICARE Bram Kusbiantoro menjelaskan, program tersebut hanya dilaksanakan di tiga provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Lampung, dan Kalimantan Barat.


"Di Sulawesi Selatan hanya empat kabupaten yang menjadi penerima, yaitu Soppeng, Gowa, Barru, dan Enrekang," ujarnya.


Menurut Bram, salah satu pertimbangan utama adalah kesiapan daerah dalam mengembangkan pertanian modern melalui penguatan kelembagaan Brigade Pangan dan pemanfaatan teknologi pertanian.


Melalui Program ICARE, sekitar Rp60 miliar akan dikucurkan untuk mendukung 20 Brigade Pangan berupa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern. Kehadiran bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, mempercepat mekanisasi pertanian, sekaligus menekan biaya produksi petani.


Tahapan pelaksanaan program kini memasuki fase sosialisasi ICARE Project Implementation Unit (PIU) yang dilaksanakan Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) di Aula Pertemuan Gabungan Dinas, Kompleks Kantor Bupati Soppeng.


Dalam sambutan Bupati Soppeng yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah H. Andi Haeruddin, ditegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Soppeng merupakan peluang besar untuk mempercepat transformasi sektor pertanian menuju sistem yang modern, efisien, dan berdaya saing.


Pemerintah Kabupaten Soppeng juga memastikan akan mengawal pelaksanaan Program ICARE agar berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para petani.


Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng, H. Asis Dahlan, mengatakan pelaksanaan program akan difokuskan di Kecamatan Lalabata, Ganra, Marioriawa, dan Donri-Donri.


Selain memperkuat kelembagaan Brigade Pangan, program ini juga diarahkan untuk mendorong regenerasi petani dengan memprioritaskan petani milenial berusia maksimal 40 tahun sebagai penerima manfaat.


Penyaluran bantuan dijadwalkan berlangsung mulai pertengahan Agustus hingga pertengahan September 2026. Dengan dukungan alsintan modern, Brigade Pangan diharapkan menjadi penggerak utama peningkatan produktivitas dan modernisasi pertanian di Kabupaten Soppeng.


Keberhasilan menghadirkan Program ICARE bernilai sekitar Rp60 miliar menjadi salah satu capaian strategis Pemerintah Kabupaten Soppeng di bawah kepemimpinan Bupati H. Suwardi Haseng. Program tersebut tidak hanya menghadirkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi petani milenial untuk mengembangkan usaha tani yang modern, efisien, dan berkelanjutan.


(Red)