BKPRMI Soppeng Cetak 35 Kader Baru Melalui LMD 1, Siap Jadi Penggerak Dakwah dan Kepemimpinan Masjid

BKPRMI Soppeng Cetak 35 Kader Baru Melalui LMD 1, Siap Jadi Penggerak Dakwah dan Kepemimpinan Masjid

Minggu, 12 Juli 2026


Soppeng, Rajapena.com,– Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kabupaten Soppeng terus memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda melalui program kaderisasi. Melalui kegiatan Latihan Manajemen Dakwah (LMD) 1, BKPRMI Soppeng resmi melahirkan 35 kader baru yang dipersiapkan menjadi penggerak dakwah, kepemimpinan, dan berbagai program kreatif berbasis masjid.


Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPPSDM) DPD BKPRMI Kabupaten Soppeng ini berlangsung selama tiga hari, 10–12 Juli 2026, di Pondok Tahfidzh Rafi'u Al Darajat Welonge, Kecamatan Marioriawa.


Sebanyak 35 peserta berasal dari pengurus DPD BKPRMI Kabupaten Soppeng, utusan DPK BKPRMI se-Kabupaten Soppeng, serta remaja masjid yang aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan di wilayah masing-masing.


Selama pelatihan, peserta dibekali materi manajemen dakwah dan organisasi, penyusunan program kerja, komunikasi organisasi, kepemimpinan, hingga strategi dakwah yang relevan dengan kebutuhan generasi muda. Proses pembelajaran dikemas melalui penyampaian materi, Focus Group Discussion (FGD), simulasi manajemen organisasi, diskusi kelompok, serta pembiasaan ibadah berjamaah sebagai bagian dari pembentukan karakter kader.


Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Soppeng, Dr. Syamsuddin, S.S., M.Si., menegaskan bahwa kaderisasi merupakan investasi jangka panjang organisasi dalam menyiapkan pemimpin muda masjid yang mampu menjawab tantangan zaman.


"LMD 1 ini adalah kawah candradimuka bagi pemuda masjid di Soppeng agar siap menghadapi tantangan zaman dengan manajemen dakwah yang modern, namun tetap berbasis pada nilai-nilai Islami," ujarnya.


Menurut Syamsuddin, keberadaan kader BKPRMI di setiap masjid diharapkan mampu menghadirkan perubahan melalui berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari pembinaan remaja, pendidikan Al-Qur'an, kegiatan sosial, hingga pemanfaatan teknologi dan media digital sebagai sarana dakwah.


Ia juga menekankan bahwa masjid harus menjadi ruang yang terbuka bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar.


Sementara itu, Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Asri Said, S.T., M.M., berharap seluruh peserta segera mengimplementasikan ilmu yang diperoleh melalui program nyata di daerah masing-masing.


"Kami berharap alumni LMD 1 ini langsung mengaktifkan program-program kreatif di masjid masing-masing setelah kembali dari sini. Masjid harus menjadi pusat pembinaan dan kreativitas generasi muda," katanya.


Menurut Asri Said, kader BKPRMI dituntut menghadirkan inovasi agar masjid semakin diminati generasi muda tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai pusat ibadah, dakwah, dan pembinaan umat.


Apresiasi juga disampaikan Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, H.A. Muh. Darwis, M.Ag. Menurutnya, pembinaan kader muda berbasis masjid merupakan langkah strategis dalam memperkuat karakter, moral, dan jiwa kepemimpinan generasi penerus.


"Pemerintah sangat mengapresiasi langkah BKPRMI dalam membina generasi muda yang berakhlak mulia dan berjiwa kepemimpinan. Kegiatan seperti ini sangat positif dan perlu terus dikembangkan," tuturnya.


Selain menghadirkan narasumber dari lingkungan BKPRMI, kegiatan ini juga diisi pembinaan dari perwakilan Polres Soppeng sebagai bagian dari penguatan wawasan kebangsaan dan kepemimpinan peserta.


Pada penutupan kegiatan, panitia menyerahkan sertifikat kelulusan secara simbolis kepada peserta terbaik serta memberikan plakat penghargaan kepada Pondok Tahfidzh Rafi'u Al Darajat Welonge atas dukungannya dalam menyukseskan pelaksanaan LMD 1.


Melalui kaderisasi ini, BKPRMI Soppeng berharap lahir regenerasi pengurus yang berkualitas dan mampu menghidupkan masjid melalui program-program yang inovatif, edukatif, serta bermanfaat bagi masyarakat. Dengan bekal yang diperoleh selama pelatihan, 35 kader baru tersebut diharapkan menjadi motor penggerak dakwah yang adaptif, profesional, dan menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat di Kabupaten Soppeng.


(Andi Asrul)