Soppeng, Rajapena.com, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Soppeng resmi memasuki era kepemimpinan baru. Mantan atlet voli andalan Soppeng, Syahrir, S.E., terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PBVSI Kabupaten Soppeng periode 2026–2030 dalam Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (MUSKABLUB) yang berlangsung di Baruga Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Minggu (19/7/2026).
Terpilihnya Syahrir menandai dimulainya babak baru bagi organisasi bola voli di Bumi Latemmamala. Dukungan bulat dari peserta musyawarah menjadi bukti besarnya harapan insan voli terhadap sosok yang pernah mengukir prestasi sebagai atlet tersebut untuk membawa PBVSI Soppeng lebih maju dan berprestasi.
MUSKABLUB mengusung tema "PBVSI Soppeng Satu Tekad Menuju Prestasi" dan diikuti oleh perwakilan 21 klub bola voli dari total 30 klub yang diundang. Seluruh tahapan sidang berlangsung kondusif hingga forum secara aklamasi menetapkan Syahrir sebagai ketua baru tanpa melalui proses pemungutan suara.
Keputusan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para peserta yang berharap kepengurusan baru mampu membangun organisasi yang lebih profesional sekaligus mengembalikan kejayaan bola voli Kabupaten Soppeng.
Dalam pidato perdananya sebagai ketua terpilih, Syahrir menegaskan bahwa amanah yang diterimanya merupakan tanggung jawab besar yang hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama seluruh insan bola voli.
Menurutnya, PBVSI harus menjadi rumah bersama bagi seluruh klub dan atlet dengan mengedepankan prinsip profesionalisme, keterbukaan, serta pelayanan yang adil kepada seluruh anggota.
"Organisasi ini harus dikelola dengan terbuka dan mampu memberikan pelayanan terbaik. Mari tinggalkan perbedaan, kita bersatu lewat semangat gotong royong demi membawa voli Soppeng ke panggung nasional," ujar Syahrir.
Ia menilai tantangan olahraga saat ini tidak hanya soal meraih kemenangan dalam kompetisi, tetapi juga membangun sistem pembinaan atlet yang berkesinambungan sejak usia dini hingga mampu bersaing di level provinsi bahkan nasional.
Karena itu, salah satu program prioritas yang akan segera dijalankan adalah membangun sistem pembinaan atlet berbasis desa dan kelurahan.
Syahrir meyakini bahwa potensi atlet muda tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Soppeng. Sayangnya, banyak bakat yang belum berkembang optimal akibat minimnya pembinaan dan kurangnya kompetisi yang berkelanjutan.
Melalui program tersebut, setiap desa dan kelurahan didorong untuk kembali mengaktifkan klub-klub bola voli sebagai pusat pembinaan atlet muda.
Dengan sistem itu, proses pencarian bibit atlet tidak lagi terpusat di wilayah perkotaan, tetapi menjangkau seluruh pelosok daerah sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
"Kalau pembinaan dimulai dari desa, kita akan memiliki stok atlet yang jauh lebih banyak dan berkualitas. Semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang," katanya.
Selain pembinaan usia dini, Syahrir juga menegaskan pentingnya kompetisi yang rutin sebagai wadah pembentukan mental bertanding para atlet.
Menurutnya, latihan tanpa pertandingan tidak akan cukup menciptakan atlet yang siap bersaing di level lebih tinggi.
Oleh karena itu, PBVSI Soppeng akan berupaya menyelenggarakan turnamen secara berkala setiap tahun dengan melibatkan seluruh klub anggota.
Kompetisi tersebut diharapkan menjadi ruang evaluasi hasil pembinaan sekaligus meningkatkan kualitas permainan para atlet dan mempererat silaturahmi antar klub.
"Kalau kompetisi berjalan rutin, atlet akan terus berkembang. Klub juga memiliki motivasi untuk melakukan pembinaan secara berkesinambungan," ujarnya.
Tidak hanya fokus pada pembinaan dan kompetisi, Syahrir juga membawa semangat reformasi organisasi melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Ia berkomitmen seluruh program kerja, penggunaan anggaran hingga proses pengambilan keputusan akan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan klub-klub anggota.
Baginya, transparansi merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan sekaligus memperkuat soliditas organisasi.
"Kepercayaan adalah modal utama organisasi. Kalau semua terbuka, seluruh klub akan merasa memiliki PBVSI ini," tegasnya.
Syahrir juga menyadari bahwa membangun prestasi olahraga tidak dapat dilakukan oleh pengurus PBVSI sendiri.
Karena itu, ia membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari KONI Kabupaten Soppeng, Pemerintah Kabupaten Soppeng, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, sekolah-sekolah hingga sektor swasta.
Melalui sinergi tersebut diharapkan kebutuhan pembinaan seperti penyediaan fasilitas latihan, peningkatan kualitas pelatih, penyelenggaraan kejuaraan serta dukungan pendanaan dapat berjalan secara berkesinambungan.
MUSKABLUB PBVSI Kabupaten Soppeng turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Soppeng yang mewakili Bupati Soppeng, Sekretaris PBVSI Sulawesi Selatan, Wakil Ketua KONI Soppeng, para pengurus organisasi olahraga, serta perwakilan klub-klub bola voli dari berbagai kecamatan.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap masa depan olahraga bola voli di Kabupaten Soppeng, terlebih di tengah semangat PBVSI secara nasional yang terus memperkuat pembinaan atlet dan kompetisi berjenjang.
Dengan pengalaman panjang sebagai mantan atlet yang memahami kebutuhan pembinaan di lapangan, Syahrir dinilai memiliki modal kuat untuk memimpin organisasi secara lebih profesional.
Kini, harapan besar masyarakat olahraga tertuju kepada kepengurusan PBVSI Kabupaten Soppeng periode 2026–2030 agar mampu menghidupkan kembali kejayaan bola voli Bumi Latemmamala, melahirkan atlet-atlet berbakat dari desa-desa, serta mengharumkan nama Kabupaten Soppeng di tingkat Sulawesi Selatan hingga nasional.
(Red)

