Aktivis Ultimatum Kapolres Madina 5x24 Jam, Tangkap Pelaku Video VIiral PETI Kotanopan atau Mapolres Dikepung di HUT Bhayangkara!

Aktivis Ultimatum Kapolres Madina 5x24 Jam, Tangkap Pelaku Video VIiral PETI Kotanopan atau Mapolres Dikepung di HUT Bhayangkara!

Jumat, 26 Juni 2026


Madina, Rajapena.com, Aliansi Aktivis Mandailing Natal secara resmi melayangkan ultimatum keras dengan batas waktu (warning)  5x24 jam kepada Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy, S.IK, M.Si untuk segera menangkap aktor video viral di media sosial yang secara arogan memamerkan aksi perusakan alam lewat aktivitas PETI Kotanopan. Pelaku diidentifikasi merupakan anak dari mafia tambang "Pwg" yang selama ini dikenal arogan dan kebal hukum.


Aliansi menegaskan, jika dalam 5 hari ke depan pelaku video viral yang menghebohkan tanah air tidak diproses hukum dan dijebloskan ke sel tahanan, gelombang massa secara besar-besaran dipastikan akan menggeruduk Mapolres Madina pada Rabu, 01 Juli 2026. "Kita akan turut merayakan HUT Bhayangkara ke 80 dengan turun jalan" ujar Ketua Solidaritas Mahasiswa Peduli Penyelamatan Hutan  dan  Lingkungan  Hidup (SIPLAH) Ahnad Rifai Nasution kepada pers seusai menggelar rapat konsolidasi dan persiapan teknis demonstrasi (26/06) di Panyabungan. 


Bila tenggat waktu diabaikan dan pelaku kejahatan lingkungan yang viral di medsos tidak diseret ke ranah hukum, eskalasi gelombang massa bertepatan dengan HUT Bhayangkara menjadi pilihan strategis  gerakan aktivis mahasiswa sebagai bentuk dukungan dan  koreksi kepada Polri atas indikasi  pembiaran dan lambannya penanganan kasus tersebut. "Apalagi yang harus ditunggu aparat. Bukti visual berupa video live pelaku PETI yang secara arogan memamerkan aktivitas illegal  secara terang benderang telah lama beredar luas ke tengah masyarakat. Hal itu juga telah memicu kemarahan publik maka  tidak ada alasan bagi aparat untuk diam dan tutup mata" tegas Ahmad Rifai.


Sedangkan Ketua Organisasi Aliansi Mahasiswa Pemuda Merdeka (AMPM) Kab Madina Sutan Paruhuman menyebut,  rencana aksi ini merupakan momentum evaluasi total gagalnya Kapolres Madina dalam penegakan supremasi hukum  PETI yang kian merajalela di sejumlah titik di wilayah hukum Kab Madina tanpa adanya tindakan tegas dari aparat. Terlebih dengan mencuatnya bukti video visual secara live seorang pria yang memamerkan aktivitas illegal PETI Kotanopan yang sontak memicu kemarahan publik, namun belum ditangani secara maksimal. "Ini tamparan keras bagi kewibawaan hukum. Kapolres Madina harus  tunjukkan taring dan lebih berani bersikap tegas mengusut kasus tersebut. Hal ini penting untuk mengembalikan kepercayaan publik kepada Polres selaku institusi penegak hukum" tegas Sutan.


Sementara itu  Direktur Eksekutif The Madina Green Institute Ridwandy Nasution menambahkan, aksi massa ini akan membawa kado pahit berupa rapor merah sebagai simbol kegagalan performa kepolisian setempat . "Ini juga sebagai ajang refleksi aparat untuk untuk melakukan reformasi total pada komitmen penegakan hukum tanpa pandang bulu di Kab Madina"


Aktivis juga akan mendesak Kapolres Madina segera mundur dan meletakkan jabatan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan hirarki karena tidak mampu mengeksekusi instruksi Presiden RI dan Kapolri terkait pembersihan total tambang ilegal di daerah.


"Kita akan menyurati Kapolres untuk pemberitahuan aksi. Kita akan terus kawal kasus video viral PETI ini sampai pelaku benar-benar ditahan aparat" tambah Ridwandy.


Dia menegaskan, tak ada pihak manapun yang kebal hukum di republik ini, apalagi telah sengaja melecehkan wibawa hukum dengan tindakan  mempertontonkan aktivitas pelanggaran hukum berupa video live aktifitas illegal PETI.


Untuk itu dia meminta agar Kapolres Madina jangan sampai mempertaruhkan jabatan dan marwah kepolisian dengan sikap pasif dan lamban dalam menangani kasus tersebut karna akan meruntuhkan integritas dan kredibilitas institusi penegak hukum di mata rakyat 


"Kita berkomitmen akan mengkawal kasus ini sampai tuntas dan menyurati Kapolri dan Kapolda Sumut dalam waktu dekat. Aparat kita minta jangan main-main dalam permasalahan ini, tapi harus mengusut sampai tuntas. Aparat harus menangkap  pelaku PETI yang viral di medsos" imbuh Ridwandy


Diakhir pembicaraan, Ridwandy menegaskan selain SIPLAH, AMPM, Madina Green Institute yang akan turun ke jalan, sejumlah organ aktivis mahasiswa dan pegiat lingkungan lainnya dipastikan akan ikut demo besar-besaran seperti Keluarga Besar Mahasiswa (KBM), Kajian Lingkungan dan Study Kerakyatan (Klik-Sr), Koalisi Mahasiswa dan Pemuda (Komda) dan sejumlah organ taktis lainnya. "Kita masih intens melakukan komunikasi dan konsolidasi dengan organ lainnya. HUT Bhayangkara ke 80 ini akan kita warnai dengan kejutan demo ke Mapolres Madina" tutupnya


(Magrifatulloh).