Soppeng, Rajapena.com, Kabupaten Soppeng kembali menjadi perhatian dunia pendidikan internasional. Sebanyak 11 mahasiswa asing yang mengikuti program Nusantara International Summer Course on Public Health (NISC-PH) 2026 memilih belajar langsung di Desa-Desa di wilayah kabupaten Soppeng untuk mengenal praktik kesehatan masyarakat berbasis komunitas.
Kedatangan para mahasiswa internasional tersebut disambut langsung oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, di Rumah Jabatan Bupati, Selasa (30/6/2026).
Momen itu menjadi awal dari rangkaian kegiatan lapangan yang akan berlangsung hingga 2 Juli 2026 di sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Soppeng.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Suwardi Haseng menyampaikan rasa bangganya karena Soppeng kembali dipercaya menjadi lokasi pembelajaran bagi mahasiswa dari berbagai negara.
Menurutnya, kehadiran peserta internasional bukan hanya membawa semangat akademik, tetapi juga menjadi kesempatan memperkenalkan potensi daerah kepada dunia.
"Soppeng tidak hanya menawarkan keindahan alam dan budaya, tetapi juga memiliki pengalaman dalam pemberdayaan masyarakat yang dapat menjadi bahan pembelajaran bersama," ungkapnya.
Program yang digagas Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin tersebut memang dirancang agar peserta tidak hanya belajar teori di ruang kuliah.
Mereka diajak turun langsung ke tengah masyarakat untuk melihat bagaimana pelayanan kesehatan, pemberdayaan warga, serta kolaborasi pemerintah dan masyarakat berjalan di tingkat Desa.
Selama berada di Soppeng, para mahasiswa akan ditempatkan di lima wilayah, yakni Desa Ganra, Desa Kaca, Desa Manorang Salo, Desa Pesse, dan Kelurahan Lalabata Riaja.
Di lokasi tersebut mereka melakukan observasi kondisi kesehatan masyarakat, berdiskusi dengan aparat desa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, hingga berinteraksi langsung dengan warga.
Melalui pendekatan experiential learning, peserta diharapkan memperoleh pengalaman nyata mengenai penerapan konsep kesehatan masyarakat yang selama ini dipelajari di kampus.
Mereka juga akan mengidentifikasi berbagai tantangan kesehatan di masyarakat sekaligus mempelajari berbagai inovasi pemberdayaan yang telah diterapkan pemerintah Desa.
Selain aktivitas akademik, mahasiswa internasional juga akan mengikuti kegiatan pertukaran budaya. Mereka diperkenalkan dengan kehidupan sosial masyarakat Bugis di Soppeng, nilai-nilai gotong royong, tradisi lokal, hingga berbagai potensi wisata daerah.
Bupati Suwardi Haseng berharap pengalaman tinggal dan belajar di Desa akan menjadi kenangan yang berharga bagi seluruh peserta. Ia optimistis interaksi yang terjalin selama kegiatan akan memperkuat hubungan masyarakat Soppeng dengan komunitas akademik internasional.
Program NISC-PH 2026 sendiri merupakan agenda internasional Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang menggabungkan pembelajaran daring dan kegiatan lapangan. Sebelum tiba di Soppeng, peserta telah mengikuti perkuliahan secara daring pada 15–27 Juni 2026, kemudian melanjutkan kunjungan lapangan di Makassar, Maros, dan Soppeng.
Peserta berasal dari Mahidol University dan Soonchunhyang University bersama mahasiswa asing serta mahasiswa kelas internasional FKM Unhas. Selama kegiatan berlangsung mereka didampingi sejumlah dosen, antara lain Prof. Anwar, Dr. Owildan Wisudawan, Dr. Hasnawati Amqam, Dr. Syamsuar, Basir, Nasrah, dan Dr. Rahayu Nurul Reski.
Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara di Kabupaten Soppeng diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi dunia akademik, tetapi juga semakin memperkuat citra daerah sebagai kawasan yang terbuka terhadap kolaborasi internasional. Di sisi lain, masyarakat juga memperoleh kesempatan berbagi pengalaman dan memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi muda dari berbagai belahan dunia.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat kembali diperkuat. Soppeng pun tidak hanya menjadi lokasi penelitian dan pembelajaran, tetapi juga menjadi etalase Indonesia di mata mahasiswa internasional yang akan membawa pengalaman mereka pulang ke negara masing-masing.
(Andi Asrul)


