Malintang, Rajapena.com,Sorotan warga terhadap MTs GUPPI Malintang, Kabupaten Mandailing Natal, terus menguat. Setelah sebelumnya muncul kritik terkait dugaan lemahnya kepemimpinan Kepala Madrasah Amir Mahmud Batubara, kini persoalan baru mencuat terkait belum diterimanya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tersebut.
Program MBG yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto disebut belum menyentuh MTs GUPPI Malintang hingga saat ini. Akibatnya, lebih dari 130 siswa disebut belum merasakan manfaat program tersebut.
Sejumlah wali murid dan siswa mengaku kecewa. Mereka menilai pihak sekolah, khususnya kepala madrasah, tidak maksimal dalam melakukan koordinasi dengan pihak SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang menangani dapur MBG di wilayah Malintang.
Saat media mengunjungi sekolah pada 21 Mei 2026, seorang siswa bernama Ucok Batubara (16) mengungkapkan kekecewaannya.
“Kami kecewa dengan kepemimpinan kepala madrasah karena dinilai tidak peduli terhadap pendidikan dan kondisi ekonomi siswa. Padahal kami sangat membutuhkan program MBG ini,” ujarnya. Jumat (22/5/2026).
Ucok mengatakan informasi mengenai masuknya program MBG ke sekolah mereka sebenarnya sudah lama terdengar. Namun hingga kini program tersebut belum juga terealisasi.
“Saya kira program ini akan masuk ke sekolah kami, tapi sampai sekarang belum ada. Informasi yang kami terima karena lemahnya koordinasi pihak sekolah dengan SPPG,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan salah seorang wali murid, A. Matondang. Ia berharap pemerintah segera menyalurkan program MBG ke MTs GUPPI Malintang mengingat sebagian besar orang tua siswa berasal dari kalangan ekonomi kurang mampu.
“Anak-anak sangat membutuhkan MBG karena dapat membantu ekonomi keluarga, khususnya dalam penyediaan makanan bergizi,” katanya.
Sementara itu, warga lainnya, Boru Lubis, menyebut kondisi ekonomi masyarakat menjadi alasan kuat pentingnya program tersebut.
“Sering anak-anak berangkat sekolah tanpa sarapan dan tanpa uang jajan. Program MBG tentu sangat membantu,” ujarnya.
Ia juga menilai kepala madrasah kurang peka terhadap persoalan yang dihadapi siswa dan masyarakat.
“Sekolah lain sudah menerima MBG, tetapi di sini belum. Ini membuat masyarakat semakin meragukan kepemimpinannya,” katanya.
Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Madrasah Amir Mahmud Batubara membenarkan bahwa hingga saat ini MTs GUPPI Malintang belum menerima program MBG.
“MTs GUPPI Malintang sampai hari ini belum pernah menerima MBG,” tulisnya.
Namun saat ditanya mengenai penyebab belum masuknya program tersebut, Amir mengaku tidak mengetahui secara pasti alasannya.
“Penyebabnya saya kurang tahu, Pak,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah sebenarnya telah mengirimkan data 132 siswa kepada Kepala SPPG Pasar Baru Malintang bernama Wahyu pada 13 Januari 2026 melalui pesan WhatsApp sebagai tindak lanjut permintaan data.
“Permintaan datanya melalui WhatsApp, bukan melalui surat,” jelasnya.
Amir juga menyebut persoalan tersebut telah disampaikan kepada pihak yayasan baru madrasah, termasuk Ketua Yayasan Muhammad Adanan Matondang dan pengurus Hasan Azhari.
Namun saat media mempertanyakan legalitas yayasan baru tersebut, termasuk proses pembentukannya, waktu pelaksanaan musyawarah, pihak yang terlibat, hingga dasar pembentukan yayasan, Amir disebut tidak memberikan jawaban rinci.
Sikap tersebut kemudian memunculkan berbagai pertanyaan dan asumsi di tengah masyarakat mengenai keabsahan yayasan yang dinilai kontroversial.
(Magrifatulloh)
