Baca Juga
Rosmiani Daeng Kebo
Makassar, Rajapena.com, Persaingan antar media di era digital kembali menjadi perhatian publik di Kota Makassar. Munculnya berbagai perbedaan pandangan dan dinamika di kalangan insan pers dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga profesionalisme jurnalistik di tengah derasnya arus informasi.
Belakangan ini, hubungan antara sejumlah pihak media dan oknum wartawan bernama Kul Indah menjadi perbincangan di kalangan masyarakat maupun pengguna media sosial. Situasi tersebut dipicu oleh berbagai pemberitaan dan pernyataan yang dianggap memunculkan polemik baru di dunia jurnalistik lokal.
Sejumlah pihak menilai bahwa persaingan media merupakan hal yang wajar selama tetap berada dalam koridor etika jurnalistik dan Undang-Undang Pers. Namun demikian, publik berharap agar seluruh insan pers tetap mengedepankan profesionalisme, independensi, serta menjaga suasana yang kondusif di tengah masyarakat.
Media online Jejak Terkini, yang berada di bawah naungan PT Andika Media Perkasa, disebut terus aktif melakukan publikasi berbagai informasi sosial, hukum, pemerintahan, hingga kegiatan masyarakat di Sulawesi Selatan. Aktivitas pemberitaan tersebut mendapat perhatian luas dari pembaca maupun pegiat media digital.
Di sisi lain, muncul berbagai tanggapan dan komentar dari sejumlah pihak terkait perkembangan media online di Kota Makassar. Beberapa pengamat menilai bahwa meningkatnya eksistensi media digital sering kali memicu persaingan dalam memperoleh perhatian publik dan pembaca.
“Persaingan media itu sesuatu yang biasa. Yang paling penting adalah bagaimana setiap media tetap menjaga kualitas berita, verifikasi informasi, serta menaati kode etik jurnalistik,” ujar salah satu pemerhati media di Makassar. Sabtu (23/5/2026).
Ia juga menegaskan bahwa wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan tidak menyerang kehidupan pribadi seseorang.
Menurutnya, konflik personal maupun perbedaan pendapat antar pihak sebaiknya tidak dibawa ke ranah publik tanpa data dan fakta yang jelas karena dapat memicu kesalahpahaman serta mencederai citra dunia pers.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk lebih cerdas dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial maupun platform pemberitaan online. Verifikasi informasi dinilai menjadi langkah penting agar publik tidak mudah terpengaruh oleh opini yang belum tentu sesuai fakta.
Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, media massa diharapkan tetap menjadi sarana edukasi, kontrol sosial, dan penyebar informasi yang membangun bagi masyarakat luas.
Para pegiat pers di Sulawesi Selatan pun berharap agar seluruh insan media dapat menjaga solidaritas, profesionalisme, serta menghindari konflik berkepanjangan yang dapat merugikan dunia jurnalistik itu sendiri.
Hingga saat ini, situasi terkait polemik tersebut masih menjadi perhatian sejumlah kalangan. Sementara itu, masyarakat berharap seluruh pihak dapat menyelesaikan perbedaan dengan cara yang bijak, profesional, dan sesuai aturan hukum yang berlaku.
(Fajar)
