TERUNGKAP! Langkah Besar Pemkab Soppeng 2026, Bupati Suwardi Haseng Soroti Hal Krusial Ini demi Masa Depan Anak!

TERUNGKAP! Langkah Besar Pemkab Soppeng 2026, Bupati Suwardi Haseng Soroti Hal Krusial Ini demi Masa Depan Anak!

Kamis, 16 April 2026


Soppeng, Rajapena.com, Suasana berbeda terasa di Aula Kantor DP3AP2KB Kabupaten Soppeng, Rabu (15/4/2026).


Di balik pertemuan yang tampak formal, ternyata tersimpan misi besar yang menyangkut masa depan generasi penerus!


Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) resmi menggelar Pertemuan Penyusunan Rencana Aksi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak.


Kegiatan ini menjadi langkah strategis menuju target ambisius: mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2026.


Kepala DP3AP2KB, Hj. A. Husniati, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ada landasan hukum kuat yang menjadi pijakan, mulai dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 hingga Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.


“Ini bukan hanya program biasa. Ini adalah upaya serius untuk memastikan anak-anak kita terlindungi dari segala bentuk kekerasan,” tegasnya.


Yang menarik, dalam sambutannya, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menegaskan bahwa perlindungan anak bukan hanya tugas pemerintah semata.


“Ini tanggung jawab kita semua! Tidak bisa berjalan sendiri,” ungkapnya dengan nada serius.


Ia bahkan menyoroti pentingnya komitmen lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat untuk benar-benar menghadirkan lingkungan yang aman bagi anak.


Ternyata, rencana aksi pencegahan kekerasan terhadap anak merupakan kunci utama dalam penilaian Kabupaten Layak Anak. Tanpa ini, mustahil Soppeng bisa naik level!


Tak hanya itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya data dan dokumen pendukung.


Menurutnya, banyak daerah gagal meraih predikat KLA lebih tinggi karena lemahnya sistem pelaporan dan evaluasi.


Melalui pertemuan ini, peserta yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas KLA sebanyak 25 orang, diharapkan mampu meningkatkan kapasitas, khususnya dalam penginputan data dan penyusunan dokumen evaluasi mandiri.


Dengan menghadirkan fasilitator dari Provinsi Sulawesi Selatan, kegiatan ini diyakini menjadi titik balik bagi kabupaten Soppeng untuk meraih predikat KLA yang lebih tinggi.


Tak hanya itu, berbagai pihak turut dilibatkan, mulai dari SKPD, instansi vertikal, akademisi, dunia usaha, hingga forum anak. Semua diajak bersinergi demi satu tujuan: melindungi anak-anak Soppeng.


Di akhir acara, Bupati Soppeng secara resmi membuka kegiatan ini dan berharap seluruh peserta benar-benar memanfaatkan momentum tersebut.


Apakah Soppeng berhasil naik level menjadi Kabupaten Layak Anak yang lebih tinggi di 2026? Semua mata kini tertuju pada langkah nyata setelah pertemuan ini!


(Andi Asrul)