Malili, Luwu Timur, Rajapena.com, Dugaan pencemaran Sungai Ussu semakin menunjukkan dampak serius. Tidak hanya nelayan, kini petani tambak di Desa Atue, Kecamatan Malili, menghadapi ancaman nyata terhadap usaha mereka.
Perubahan drastis warna air sungai menjadi keruh hingga merah kecokelatan memicu kekhawatiran warga. Sungai Ussu selama ini menjadi sumber utama sirkulasi tambak. Namun kualitas air yang menurun membuat produktivitas tambak merosot.
Seorang petambak berinisial SN menyebut, “Dulu panen bisa 4 bulan, sekarang sampai 7 bulan, hasilnya pun tidak maksimal.” Kondisi lebih parah diungkap As (36), yang menyebut tingkat kematian udang meningkat tajam sejak perubahan kualitas air.
Ketergantungan petambak pada air sungai menjadi titik lemah. Saat kualitas air buruk, mereka harus memilih antara risiko udang mati atau menjaga struktur tambak agar tidak jebol. Peristiwa terbaru berupa lumpur pekat selama beberapa hari semakin memperburuk situasi.
Informasi awal menyebut peristiwa ini berkaitan dengan jebolnya kolam limbah milik PT Prima Utama Lestari (PT PUL), namun hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari perusahaan.
Kurangnya respons dari pihak perusahaan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur menimbulkan kecurigaan publik terkait lemahnya pengawasan.
Dampak yang ditimbulkan bersifat ekologis sekaligus ekonomi. Tambak yang menjadi sumber penghidupan warga kini berada di ambang kerugian berkepanjangan.
Salah seorang warga menegaskan, “Jangan hanya ambil hasil tambang, tapi lihat juga nasib kami. Tambak ini sudah ada jauh sebelum tambang masuk.” ujarnya, Jum'at (3/2026).
Kasus Sungai Ussu menegaskan konflik klasik antara eksploitasi sumber daya dan kelangsungan hidup masyarakat lokal. Tanpa langkah tegas dari pemerintah dan perusahaan, kerusakan lingkungan dan kerugian ekonomi diprediksi akan meluas.
Petambak kini menuntut investigasi menyeluruh, transparansi informasi, dan tanggung jawab nyata dari pihak perusahaan. Jika tidak, Sungai Ussu bukan hanya kehilangan kejernihannya, tapi juga harapan hidup masyarakat yang bergantung padanya.
(Isk)
