387 Jamaah Haji Soppeng Diberangkatkan Malam Hari, Pesan Tegas Wabup: Jaga Nama Daerah di Tanah Suci

387 Jamaah Haji Soppeng Diberangkatkan Malam Hari, Pesan Tegas Wabup: Jaga Nama Daerah di Tanah Suci

Selasa, 21 April 2026


Soppeng, Rajapena.com, – Suasana haru dan penuh doa menyelimuti Lapangan Gasis Watansoppeng, Senin malam (20/4/2026). Sebanyak 387 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Soppeng resmi diberangkatkan dalam Kloter 1 Tahun 1447 H/2026 M. Tangis keluarga, pelukan hangat, hingga lantunan doa mengiringi langkah para tamu Allah yang akan memulai perjalanan suci menuju Tanah Suci.


Momentum ini terasa istimewa. Selain menjadi kloter pertama, jumlah jamaah yang diberangkatkan juga cukup besar. Pemerintah Kabupaten Soppeng pun memberikan perhatian khusus melalui pelepasan yang sarat makna spiritual.


Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, dalam sambutannya menyampaikan doa agar seluruh jamaah diberikan keselamatan, kesehatan, serta kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji. Ia juga menegaskan bahwa keberangkatan pada kloter pertama merupakan kebanggaan tersendiri bagi daerah.


"Ini adalah tanda baik. Jamaah Soppeng mendapat kesempatan berada di kloter pertama. Kita berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke daerah dalam keadaan sehat," ujarnya.


Tak hanya itu, Wakil Bupati juga menyampaikan pesan penting yang menjadi perhatian seluruh jamaah. Ia meminta agar para jamaah menjaga sikap, ucapan, dan perilaku selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, jamaah haji bukan hanya menjalankan ibadah, tetapi juga membawa nama baik daerah.

"Jamaah haji adalah duta Kabupaten Soppeng. Jaga perilaku, jaga ucapan, karena setiap perkataan di Tanah Suci bernilai doa," tegasnya.

Pelepasan malam itu juga dimaknai sebagai doa khusus bagi jamaah kloter pertama. Sebelumnya, pelepasan umum telah dilakukan, namun pemerintah daerah merasa perlu memberikan penguatan spiritual tambahan sebelum keberangkatan.


Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan sejumlah perubahan dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Salah satunya adalah pemeriksaan administrasi oleh petugas Arab Saudi yang kini dilakukan di asrama haji sebelum keberangkatan. Dengan sistem ini, jamaah tidak lagi menjalani pemeriksaan panjang saat tiba di Jeddah, sehingga dapat langsung fokus menjalankan ibadah.


Selain itu, adanya peningkatan kuota haji secara nasional juga menjadi kabar baik. Hal ini seiring dengan pembentukan kelembagaan khusus yang menangani urusan haji dan umrah. Bahkan, kebijakan daftar tunggu maksimal 15 tahun mulai diberlakukan secara nasional.


Kabupaten Soppeng sendiri tercatat memiliki jumlah jamaah cukup besar tahun ini. Total sebanyak 961 jamaah akan diberangkatkan secara bertahap dalam beberapa kloter.


Untuk Kloter 1 yang diberangkatkan malam ini berjumlah 387 orang, terdiri dari 102 laki-laki dan 285 perempuan. Selanjutnya, Kloter 2 dijadwalkan berangkat pada 5 Mei 2026 sebanyak 333 jamaah. Sementara pada 19 Mei 2026, Kloter 41 dan 43 akan memberangkatkan 235 jamaah.


Wakil Bupati juga mengingatkan jamaah untuk menjaga kesehatan mengingat perjalanan yang cukup panjang. Ia meminta jamaah memperhatikan kondisi fisik, pola makan, serta mengikuti arahan petugas selama berada di Tanah Suci.


Ia pun berharap para jamaah turut mendoakan masyarakat dan pemerintah daerah agar senantiasa diberi keberkahan serta kemajuan. Menurutnya, doa para jamaah di Tanah Suci memiliki makna yang sangat besar.


Acara pelepasan berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah. Tampak hadir anggota Forkopimda Kabupaten Soppeng, Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng, Ketua Pengadilan Agama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Soppeng, Penjabat Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, para Kepala SKPD, para camat se-Kabupaten Soppeng, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Soppeng.


Malam itu, haru tak terbendung. Keluarga yang mengantar tampak terus melambaikan tangan hingga rombongan bergerak meninggalkan lokasi. Doa mengalir, harapan dipanjatkan, dan seluruh masyarakat Soppeng menunggu kepulangan mereka sebagai haji dan hajjah yang mabrur




((Andi Asrul)