Soppeng, Rajapena.com, Ribuan warga memadati pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Soppeng di Masjid Agung Darussalam Watansoppeng, Sabtu (21/3/2026).
Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Soppeng telah berdatangan untuk mengikuti ibadah salat Id. Tidak hanya warga lokal, sejumlah perantau yang pulang kampung juga turut hadir meramaikan momentum hari raya.
Kepadatan jamaah terlihat di berbagai titik. Selain memenuhi bagian dalam masjid, jamaah juga meluber hingga ke halaman, Lapangan Gasis, Gedung Lapatau, serta ruas jalan utama seperti Jalan Pemuda dan Pengayoman.
Pelaksanaan salat berlangsung tertib dan khusyuk. Bertindak sebagai khatib, Dr. Musmuliadi menyampaikan pentingnya menjaga nilai-nilai spiritual yang telah dibangun selama bulan Ramadan agar tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, dalam sambutannya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat kepedulian sosial.
“Idul Fitri adalah momentum untuk kembali ke fitrah, saling memaafkan, serta memperkuat persaudaraan. Nilai-nilai Ramadan harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Soppeng tercatat meningkat dari 72,76 pada 2024 menjadi 73,69 pada 2025.
Selain itu, angka harapan hidup juga mengalami kenaikan dari 73,77 tahun menjadi 74,21 tahun. Pertumbuhan ekonomi daerah menunjukkan tren positif, dengan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari 4,06 persen menjadi 4,77 persen.
Di sisi lain, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 6,90 persen menjadi 6,65 persen.
Sejumlah capaian tersebut turut diiringi dengan raihan penghargaan di tingkat nasional, di antaranya Dwija Praja Nugraha di bidang pendidikan dan UHC Award kategori Madya di bidang kesehatan.
Tak hanya itu, hasil survei Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menempatkan Kabupaten Soppeng sebagai daerah dengan tingkat integritas tertinggi di Sulawesi Selatan dengan skor 80,48 atau berada pada zona hijau.
Meski demikian, pemerintah daerah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran.
Bupati Soppeng menyatakan optimisme bahwa berbagai tantangan tersebut dapat diatasi melalui semangat kebersamaan dan kolaborasi seluruh pihak.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta melestarikan kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat daerah lainnya.
Pelaksanaan Idul Fitri tahun ini tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga menjadi sarana refleksi bersama dalam memperkuat persatuan dan mendorong pembangunan daerah ke arah yang lebih baik.
(Andi Asrul)
