Pendekatan ini menjadi bukti bahwa pembinaan futsal di SDN 7 Salotungo tidak semata berorientasi pada hasil instan, melainkan pada pembentukan karakter, mental bertanding, dan kesiapan pemain untuk jangka panjang. Regenerasi pemain dijaga secara konsisten, memberi ruang bagi siswa kelas rendah hingga kelas tinggi untuk berkembang bersama dalam satu tim.
Dalam susunan pemain inti, A. Arsil (Kelas 4.C) dan Dirga (Kelas 3.B) dipercaya mengisi peran vital sebagai anchor. Keduanya menjadi poros keseimbangan permainan, mengatur tempo, serta menjaga transisi bertahan dan menyerang. Kepercayaan kepada pemain kelas III dan IV ini menunjukkan keberanian tim pelatih dalam mengasah potensi sejak dini.
Sementara itu, sektor sayap diisi oleh Rakha (Kelas 3.C) dan Dika (Kelas 5.C) yang berperan sebagai flank. Keduanya mengandalkan kecepatan, keberanian dalam duel satu lawan satu, serta mobilitas tinggi untuk membuka ruang dan menekan pertahanan lawan.
Di sektor lain, tim diperkuat oleh A. Langit (Kelas 6.B) dan Hafisds (Kelas 5.C) sebagai penjaga gawang. Kombinasi dua kiper dari jenjang berbeda ini menjadi bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan, agar pemain memiliki jam terbang dan kesiapan mental saat mendapat kesempatan tampil.
Untuk lini depan, A. Ariq (Kelas 6.B) dan Altaf (Kelas 6.B) mengisi peran pivot, sementara Azka (Kelas 6.A) dan Raylan (Kelas 5.A) kembali dipercaya sebagai flank tambahan. Perpaduan pemain kelas VI, V, IV, hingga kelas III ini menjadi cerminan nyata filosofi pembinaan jangka panjang yang diterapkan sekolah.
Pelatih kepala The Seven Team, Coach Rijal, S.Pd, menegaskan bahwa komposisi tersebut bukan tanpa alasan.
“Dari komposisi pemain inti yang kami turunkan, nampak jelas bahwa regenerasi pemain tetap terjaga dan dipertahankan. Tidak dimonopoli atau diprioritaskan hanya kelas VI saja. Ada dari kelas VI, V, IV, bahkan kelas III yang kami masukkan sebagai tim inti. Ini sebagai wujud pengembangan bakat, menambah pengalaman, sekaligus mengasah mental anak sejak dini,” ujarnya. Kamis (8/1/2025).
Keputusan menurunkan pemain lintas usia ini diakui sebagai langkah yang berani dan penuh risiko, terlebih dalam pertandingan kompetitif. Namun, bagi jajaran pelatih, pertandingan bukan sekadar soal kemenangan dan trofi.
Hal senada disampaikan Firdaus, S.Pd, selaku asisten pelatih.
“Bisa dikatakan ini langkah yang berani dan penuh risiko. Tapi semua dilakukan dengan pertimbangan matang. Bertanding bukan hanya tentang juara semata, melainkan ada banyak unsur pembelajaran di dalamnya. Meski juara tetap menjadi impian dan harapan bagi semua,” ungkapnya.
Selain peran pelatih dan pemain, dukungan dari seluruh warga sekolah juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pembinaan futsal dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya. Lingkungan sekolah yang suportif dinilai mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat berprestasi pada siswa.
Kepala SDN 7 Salotungo menegaskan bahwa keterlibatan orang tua dan warga sekolah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak.
“Dukungan warga sekolah, terutama dari orang tua murid, tentu sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan futsal dan kegiatan positif lainnya di sekolah,” tuturnya.
Dengan semangat kebersamaan, keberanian memberikan kepercayaan kepada pemain usia dini, serta dukungan penuh dari pihak sekolah dan orang tua, The Seven Team SDN 7 Salotungo terus menapaki jalan pembinaan olahraga yang sehat dan berkelanjutan. Tidak hanya menargetkan prestasi di lapangan, tetapi juga membentuk generasi yang berkarakter, tangguh, disiplin, dan bermental juara sejak bangku sekolah dasar.
(Red)