Dana Kontribusi Sawit Dialihkan untuk Pembangunan Jembatan di Waduk Sesulu Kaltim

Dana Kontribusi Sawit Dialihkan untuk Pembangunan Jembatan di Waduk Sesulu Kaltim

Senin, 11 Agustus 2025


Penajam Paser Utara, Rajapena.com, Dana kontribusi sawit sebesar Rp 21 miliar yang awalnya direncanakan untuk pembangunan jalan sepanjang sepuluh kilometer di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kini sebagian dialihkan untuk membangun jembatan menuju objek wisata Waduk Sesulu. Sabtu (9/8/2025).


Perubahan penggunaan dana ini menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran warga setempat terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.


Dana kontribusi sawit yang dikirim ke Jakarta merupakan bagian dari kontribusi ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya yang memberikan kontribusi besar terhadap devisa negara.


Menurut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, ekspor sawit hingga Mei 2024 mencapai USD 9,78 miliar atau sekitar Rp 151 triliun.


Meskipun kontribusi ekonomi sawit sangat besar, produktivitas kelapa sawit mengalami stagnasi akibat lambatnya peremajaan sawit rakyat oleh pemerintah.


Warga Desa Bangun Mulia, Kecamatan Waru, menyampaikan kekecewaan terkait pengalihan dana sebesar sepuluh miliar rupiah yang semula untuk pembangunan jalan, menjadi pembangunan jembatan menuju Waduk Sesulu.


Waduk Sesulu sendiri merupakan destinasi wisata populer yang menawarkan berbagai fasilitas rekreasi seperti berperahu, memancing, dan area piknik.


Namun, menurut salah seorang warga, pembangunan jembatan dengan biaya yang melonjak dari Rp 6 miliar menjadi Rp 10 miliar ini tidak sebanding dengan manfaat yang didapat, mengingat hanya sekitar 50 kendaraan bermotor yang melewati jembatan tersebut setiap hari.


“Kami meninjau perubahan anggaran yang signifikan ini. Jalan sepanjang tiga kilometer yang seharusnya diaspal kini terbengkalai, sementara dana dialihkan ke jembatan yang penggunaannya terbatas,” ujar warga yang tidak ingin disebutkan namanya.


Warga menilai ada indikasi dana dan meminta adanya investigasi lebih lanjut mengenai transparansi penggunaan anggaran tersebut.


Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia berharap pemerintah daerah dapat lebih transparan dalam pengelolaan dana kontribusi sawit agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan mendukung pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran.


GAPKI adalah organisasi yang mewakili pengusaha kelapa sawit di Indonesia, berkomitmen untuk mendukung perkembangan industri minyak sawit yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.


(HSW)