Bimtek Literasi Informasi 2025, Soppeng Siapkan Generasi Melek Digital

Bimtek Literasi Informasi 2025, Soppeng Siapkan Generasi Melek Digital

Selasa, 29 Juli 2025


Soppeng, Rajapena.com, Aula Kantor Kecamatan Lalabata tampak ramai pada Selasa pagi ketika ratusan peserta dari berbagai latar belakang berkumpul untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Tingkat Kabupaten Soppeng 2025 yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng. Selasa (29/7/2025).


Sebanyak 150 peserta yang terdiri dari pustakawan, guru, pegiat literasi, pengelola perpustakaan, hingga masyarakat umum tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan ini.


Mereka datang dengan semangat yang sama, memperkuat budaya literasi di era digital yang serba cepat.


Ketua panitia, Ahmad, menjelaskan bahwa Bimtek ini dirancang untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi.


“Kami ingin peserta memiliki keterampilan mencari, mengelola, dan memanfaatkan informasi secara efektif.


"Harapannya, ilmu yang diperoleh di sini langsung bisa diterapkan di sekolah, perpustakaan, maupun lingkungan masyarakat,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng, Abdullah, SE, yang hadir mewakili Bupati Soppeng, menegaskan bahwa literasi informasi adalah kunci bagi kemajuan daerah.


“Di era digital, setiap individu harus mampu mengelola informasi dengan baik. Bimtek ini adalah bagian dari upaya membangun masyarakat yang cerdas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan teknologi,” kata Abdullah.


Selama Bimtek, para peserta mendapat materi dari lima narasumber yang membahas topik-topik penting, mulai dari teknik pencarian informasi yang efektif, pengelolaan arsip digital, pemanfaatan teknologi dalam literasi, hingga pengembangan layanan perpustakaan berbasis digital.


Dukungan juga datang dari akademisi Dr. Nurmal Idrus yang menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Soppeng.


Bagi para peserta, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan. Lebih dari itu, Bimtek ini menjadi ruang bertukar pengalaman dan membangun jejaring sesama pegiat literasi.


Salah satu guru peserta Bimtek, mengaku termotivasi untuk segera menerapkan metode literasi digital di sekolahnya.


“Anak-anak sekarang sudah akrab dengan gawai. Jadi kami harus memanfaatkan teknologi sebagai pintu masuk literasi yang lebih menarik,” ujarnya bersemangat.


Dengan berakhirnya Bimtek ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Soppeng berharap kualitas layanan perpustakaan meningkat dan budaya literasi di masyarakat semakin mengakar. Sebuah langkah nyata untuk mencetak generasi “melek informasi” yang siap bersaing di era digital.


(Red)