Pelaku Pelemparan Bom Molotov Ke Rumah Relawan Pendukung Prabowo - Gibran di Pancur Batu Masi Berkeliaran

Pelaku Pelemparan Bom Molotov Ke Rumah Relawan Pendukung Prabowo - Gibran di Pancur Batu Masi Berkeliaran

Sabtu, 23 Maret 2024


Rajapena.com,Medan | Rumah masyarakat yang juga relawan pendukung Prabowo – Gibran yang berada di Dusun I, Desa Namorih, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Kamis 21/12/2023 pukul 03.28 wib  tepat nya tiga bulan yang lalu dilempar Bom Molotov oleh dua orang pria yang diduga warga sekitar.

Aksi pelemparan bom molotov tersebut beruntung cepat diketahui oleh Nia dan Suaminya yang merupakan seorang wartawan media online. Bom Molotov yang masi menyala dibawah mobil yang terparkir di garasi langsung dipadamkan dengan air.

Kejadian tersebut sudah dilaporkan Nia ke Polsek Pancur Batu dengan nomor laporan STTLP/B/495/XII/2023/SPKT/POLSEK PANCUR BATU/RESTABES MEDAN/POLDA SUMUT.

“Kami sudah laporkan kejadian tersebut ke Polsek Pancur Batu tapi sudah tiga bulan pelakunya tidak juga ditangkap.kami sudah berikan rekaman cctv dan barang bukti bom molotov yang tidak sempat meledak pada Polisi, Kami relawan / masyarakat pendukung Prabowo-Gibran dalam pilpres 2024 bulan Februari kemaren. Kami berharap Bapak Prabowo dan Gibran mendengarkan hal ini,”ujar Pelapor Nia

Diungkapkan Pelapor bahwa, rumahnya sebelumnya juga sudah pernah dibakar OTK pada 2/2/2020  dan kaca mobil suaminya sudah pernah dipecahkan pada 4/2/2020 saat sedang parkir di simpang tuntungan namun sudah tiga laporan kami ke Polsek Pancur Batu namun satu pun tidak ada yang ditangkap pelakunya.

“Kami sudah surati Presiden RI, Kapolri, Kapolda Sumut, Pangdam I/BB, Dir Krimum Polda Sumut, Kasubdit Jatanras Polda Sumut, Kapolrestabes Medan dan Kasat Reskrim Polrestabes Medan namun satu pun tidak ada yang menjawab surat kami. Kami miris melihat hal ini, kami mau mengadu kemana lagi kalau sekelas Polda Sumut pun tidak mampu menangkap pelaku yang diduga sudah diketahui Idenditasnya,” ujarnya Sabtu 23 Maret 2024 Sore

Lanjut Pelapor, Kami menduga Polisi tidak mau menangkap pelaku yang diduga dikabarkan punya kedekatan dengan pejabat di suatu instansi. Kami sudah tau pelakunya berinsiial HB alias TB dan Rb/ BL atau ada dugaan kami pelakunya ini abang beradik yang merupakan warga sekitar dan jenis sepeda motor yang ia gunakan diduga berjenis Mio warna hitam tanpa lampu depan, mungkin Polisi juga sudah tau siapa pelaku dan otak pelakunya tapi kenapa sampai sekarang ini sudah tiga bulan masi dibiarkan berkeliaran, apa mesti ada korban jiwa dahulu baru ditangkap pelakunya.

“Kami berharap Polisi segera menangkap pelaku dan otak pelakunya agar masyarakat dapat tenang menjalani hidup, kami juga berharap agar patroli Polisi ditingkatkan ke Desa kami ini agar tidak ada lagi kejadian kejadian yang membuat tarauma dan teror yang mengancam. Kami minta agar segera pelaku ditangkap dan tidak ada kata damai dan maaf bagi pelaku dan otak pelaku, kami menduga semua kejadian pembakarn di Desa Namorih ini dialah otak pelakunya termasuk juga pembakaran rumah dan pelemparan kaca mobil kami,” tandasnya

Sebelumnya, Dir Krimum Polda Sumut, Kombes Pol Sumaryono berjanji akan menindak lanjuti hal tersebut.
“Kami atensikan ke Polrestabes Medan,” ujarny