Pelaku dan Otak Pelaku Pelemparan Bom Molotov Kerumah Wartawan Dibiarkan Berkeliaran. Ratusan Warga Desa Durin Simbelang Demo Tutup Jalan Lintas Medan Tanah Karo ini Tuntutannya !

Pelaku dan Otak Pelaku Pelemparan Bom Molotov Kerumah Wartawan Dibiarkan Berkeliaran. Ratusan Warga Desa Durin Simbelang Demo Tutup Jalan Lintas Medan Tanah Karo ini Tuntutannya !

Selasa, 05 Maret 2024


(Foto : Bom Molotov (Atas) & Foto Saat Demo di Polsek Pancur Batu)

Rajapena.com, Pancur Batu | Sudah lebih dari dua bulan lamanya, Polisi belum tidak juga mampu menangkap pelaku, otak pelaku dan penyedia dana dalam aksi keji pelemparan bom molotov kerumah wartawan di Desa Namorih, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatara Utara.

Aksi keji dan terkutuk yang terjadi pada 21 Desember 2023 pukul 03.58 tersebut beruntung cepat diketahui oleh pemilik rumah sehingga api tidak sempat membakar sebuah mobil yang sedang terparkir di garasi. Pemilik rumah yang melihat api sudah bekobar di bawah mobil dan langsung memadamkan dengan mencelupkan ke ember yang berisi air.

Akan tetapi mirisnya, sudah lebih dari dua bulan polisi melakukan penyelidikan namun tidak juga dapat menangkap pelaku.  Menurut informasi dari berbagai sumber yang kami dapatkan bahwa, diduga pelaku pelemparan bom molotov merupakan oknum warga sekitar rumah wartawan tersebut. Dimana sebelum kejadian para pelaku rutin mengunjungi rumah tersebut untuk memastikan letak cctv yang terpasang.

“Terakhir kali dia datang untuk meminjam uang, saya curiga dia lah pelakunya, karena memang tidak saya kasi dia minjang uang, mungkin dia sakit hati karena itu, akan tetapi setelah kejadian dia bolak balik menghubngi saya minta agar bertemu untuk membicarakan hal tersebut tapi saya tidak memperdulikan dan fokus untuk mencari tau siapa pelaku dan otak pelaku pelemparan bom molotov tersebut kerumah saya,” ucap Leo pada Selasa 5 Maret 2024 sore pasca adanya aksi unjuk rasa di Polsek Pancur Batu 

Leo juga menjelaskan dalam waktu dekat akan melakukan aksi demo ke Polsek Pancur batu dan Polda Sumut apabila pelaku, otak pelaku dan pendana pelemparan bom molotov kerumah nya tidak juga ditangkap. Dia juga menuding Polisi pilih kasi dalam pengungkapan tindak pidana kriminal.

“saya bersama warga dan beberapa aktifit akan melakukan aksi demo ke Polda, Polrestabes Medan dan Polsek Pancur Batu mendesak agar Bapak Kapolda segera mau mengakap pelaku. Aneh kan sudah dua bulan penyelidikan Polisi sampai sekarang tidak tau siapa pelakunya.  Pada waktu demo nanti akan kami desak agar semua ditangkap. Karena saya yakin sekali aksi tersebut ada penyedia dana nya, saya sudah curiga dari awal mereka memang ingin membunuh saya dan kelaurga saya, tapi saya heran kenapa Pak Kapolri dan Kapolda sepertinya tidak perduli akan laporan saya ini,” ujarnya.

Leo juga mengatakan, Padahal sudah saya kirim surat kepada Bapak Presiden RI,Kapolri, Wakapolri, Kabareskrim, Kapolda Sumut, Kapolrestabes Medan namun sampai sekarang pelaku tak ditangkap tangkap, saya juga kirim surat memohon bantuan kepada Pangdam I/BB dan Asintel untuk mengungkap dua kali rumah saya di bom molotov tersebut.

“Saya yakin Polisi sudah tau siapa pelaku, otak pelaku dan penyedia dana dalam aksi tersebut, Cuma saya merasa aneh apakah penyelidikan polisi selama dua bulan ini tidak membuahkan hasil.keputusan kami untuk aksi demo memang sudah bulat saya sudah kordinasi dengan beberapa rekan rekan dan aktifit untuk hal tersebut semoga nantinya dengan kami demo tuntutan kami dapat membuahkan hasil dan semua yang terlibat dapat ditangkap,” pungkasnya

Sebelumnya Dir Krimum Polda Sumut Kombes Pol Sumaryono berjanji akan menindak lanjuti hal tersebut.

Polsek Pancur Batu hari Selasa 5 Maret 2024 mendadak di demo ratusan warga yang berasal dari Desa Durin Simbelang Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Ratusan warga menutup jalan lintas Medean – Tanah Karo.

Dalam aksi demo tersebut warga juga membawa peralatan masak dan makan bersama di lakukan oleh ratusan warga di depan Polsek Pancur Batu. Warga menuntut agar Polisi tidak pilih kasih dalam melakukan penangkapan. Bahkan pada saat hujan deras turun sejumlah warga memilih bertahan di desa nya hujan hanya dengan sebuah tenda terpal yang mereka gunakan

"Warga demo karena Polisi pilih kasih dalam menangkap pelaku, anak kampung mereka ditangkap 5 orang, sementara pihak lawan tidak ada yang ditangkap," ujarnya.

Para pendemo yang terdiri kebanyakan ibu demo membawa sarung seperti biasa pakaian mereka kegiatan sehari-hari.

"Lepaskan masyarakat kami, mereka tidak bersalah, jangan permainkan hukum," ujar salah seorang ibu.

Saat di konfirmasi, Kapolsek Pancur Batu, AKP Hendra Gunawan Simatupang belum mengangkat telephone dan whatsapp wartaawan juga belum dibalas.

Demikian juga Kasi Humas Polrestabes Medan, yang dikonfirmasi media ini belum memberikan respon. 

Upaya konfirmasi mendapat respon dari Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Hadi Wahyudi.
"Kita sedang mendalami kasusnya, info sementara, 11 orang diamankan dari 2 Ormas yang sedang konflik," ucap Hadi.
Ia mengaku akan terus mendalami, dan akan memberikan info perkembangan lanjutan.