Karang Taruna Pancur Batu Minta Polisi Tangkap Pelaku dan Otak Pelaku Pembakaran Rumah Wartawan di Pancur Batu

Karang Taruna Pancur Batu Minta Polisi Tangkap Pelaku dan Otak Pelaku Pembakaran Rumah Wartawan di Pancur Batu

Selasa, 12 Maret 2024


(Foto : Karang Taruna Pancur Batu)

Rajapena.comPancur Batu | Kasus pembakaran rumah 2/2/2020, pengrusakan mobil 4/2/2020  dan pelemparan bom molotov 21/12/2023 kerumah Leo Sembiring di Dusun I Desa Namorih, Kecamatan Pancur Batu mendapat tanggapan dari Ketua Karang Taruna Kecamatan Pancur Batu.

 

Ketua Karang Taruna Kecamatan Pancur Batu, Charles Bronson Surbakti mengaku turut prihatin atas terjadinya pembakaran rumah wartawan Leo Sembiring pada 2 Februari 2020, Pelemparan Kaca mobil pada 4 Februari 2020 dan Pelemparan Bom Molotov pada 21/Desember/2023, rumahnya kedua kali pembakaran dengan bom molotov.

 

“Saya turut prihatin atas kejadian yang menimpa rekan kita Leo Sembiring yang merupakan seorang wartawan yang berdomisili di Desa Namorih, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. bagaimana pun ketiga kejadian yang menimpa dirinya adalah perbuatan kriminal dan tindak pidana, saya dalam hal ini sangat prihatin dan meminta kepad Bapak Kapolda dan Kapolresatbes Medan segera menangkap pelaku dan otak pelaku aksi terkutuk tersebut,” sebutnya Selasa,12 Maret 2024 sore

 

Semenjak saya menjabat Sebagai Ketua Karang Taruna di Kecamatan Pancur Batu ini, saya turut ikut membantu petugas dalam menciptakan kondisi kamtibmas yang sejuk, beberapa kali saya membuat kegiatan diantaranya pada saat covid melanda, saya membagikan 10.000 masker, Karang Taruna  memberikan bantuan termasuk memberikan bantuan 55 sak semen untuk pembangunan masjid jamik di Desa lama dan Karang Taruna juga memberikan bantuan kepada korban kebaran di Desa Sukaraya sebesar Rp 12.000.000 Rupiah.

 

“Akan tetapi saya tidak habis pikir jika ada manusia yang ingin mencoba menghilangkan nyawa Manusia, itu dilarang  dan perbuatan yang dilarang oleh sang pencipta, Dimana Leo Sembiring bersama keluarganya ingin dibakar pelaku hidup hidup dengan melemparkan bom molotov ke bawah mobil yang terparkir ri rumah Leo Sembiring, ini sudah tidak bisa di biarkan begitu saja, ini menandakan bahwa dia pelaku dan otak pelaku sangat merasa lebih hebat dari aparat penegak hukum di Negara Kita ini, Bukitnya Rumanya dua kali dibakar, mobilnya dipecahkan kacanya  itu juga tidak terungkap satupun miris kita melihat aparat penegak hukum kita yang sekarang ini. apa menunggu ada korban jiwa baru ditangkap pelaku dan otak pelakunya,” Cetusnya

 

Masi Kata Charles Bronson Surbakti, Saya sudah dengar dari korban bagaimana peristiwa semua kejadian tersebut, korban juga menduga bahwa pelakunya semuanya sama dan otak pelakunya sama, satu kejadian pembakaran dan pemecahan kaca sudah 4 tahun, apakah selama 4 tahun ini Polisi tidak tau siapa pelakunya. ditambah lagi dengan kejadian yang terakhir ini yang sudah menjelang 3 bulan di selidiki Polisi.

 

“Jadi saya Pikir semua sudah jelas ada rencana yang diduga ingin membunuh Leo Sembiring karena kejadian ini sudah berulang. Saya minta kasus ini juga menjadi atensi Bapak Kapolda dan Kapolrestabes Medan untuk segera diungkap kami juga sebagai masyarakat sangat mendukung sekali agar semua kasus pembakaran di Kecamatan Pancur Batu dapat terungakap. Terlebih di Bulan Puasa ini, kami sangat berahap pelaku dan otak pelaku dapat ditangkap sebelum bulan puasa berakhir, karena saya juga dapat kabar bahwa korban sangat resah dan ketakutan sampai saat ini karena khawatir mereka rumahnya akan dibakar ketiga kalinya apabila komplotan pelaku dan otak pelaku masi dibiarkan berkeliaran,” ungkapnya

 

Charles juga mengatakan bahwa,beberapa waktu yang lalu ada kejadian pengrusakan mobil damtruk dan penganiayaan supir itu secepat kilat ditangkap pelakunya, namun saya heran kasus yang menimpa wartawan kenapa satu pun tidak terungkap.

 

“Saya berharap ketigas kasus ini dapat diungkap seperti secepat kilap mengungkap pelaku pelemparan damtruk di Kecamatan Pancur Batu ini yang viral beberapa waktu yang lalu,” harapnya

 

Sebelumnya, Direktur Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Sumaryono saat di konfirmasi menjelaskan bahwa kasus tersebut diatensikan ke Polrestabes Medan.

“kita atensikan ke Polrestabes Medan,” ujarnya