Ketua Indonesia Police Watch Minta Kapolda Sumut Serius Ungkap Pelemparan Bom Molotov Kerumah Wartawan di Deli Serdang

Ketua Indonesia Police Watch Minta Kapolda Sumut Serius Ungkap Pelemparan Bom Molotov Kerumah Wartawan di Deli Serdang

Rabu, 31 Januari 2024

(Foto : Ketua IPW
 
Rajapena.com, Pancur Batu | Menjelang pemilu 2024 Rumah oknum wartawan yang dilempar bom molotov oleh orang tidak dikenal di Dusun I, Desa Namorih, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 21 Desember2023 sekitar pukul 02.30 wib tepatnya lebih kurang sebulan yang lalu lagi lagi mendapatkan perhatian, kali ini perhatian diungkapkan oleh Ketua Indonesia Police Watch.

 

Sugeng Teguh Santoso mengungkapkan turut prihatin atas kejadian pelemparan bom molotov tersebut, dimana Leo Depari merupakan oknum jurnalis yang berdomisili di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

 

“Indonesia Police Watch meminta Kapolda Sumut Irjen. Pol. Agung Setya Imam Effendi, S.H., S.I.K., M.Si.untuk mendorong penyelidikan untuk serius menyelidiki acaman dan serangan yang melanggar hukum berupa pelemparan bom molotov kerumah seorang jurnalis Leo Depari yang sudah di laporkan ke Polsek Pancur Batu. Ancaman ini tidak boleh diabaikan saja, bisa saja nanti ada serangan kedua atau ketiga, karena dirumah tersebut ada anak anak dan istrinya dimana istrinya yang membuat laporan pada saat itu,” katanya

 

Lanjutnya, Dalam hal ini, sebelunya juga sudah pernah dibakar rumah tersebut pada bulan Februari 2020, sekitar lebih kurang 4 tahun yang lalu, dan dua hari berikutnya kaca mobilnya juga dilempar dan kedua kasus ini juga sudah di leporkan ke Polsek Pancur Batu dan tidak terungkap sampai saat ini.

 

“Polisi sudah ada mengetahui adanya pelemparan Bom molotov dimana, polisi juga sudah mengantongi barang bukti antara lain sebuah botol yang di gunakan sebagai bom molotov, sumbu bom moltov, rekaman cctv saat pelakui beraksi melemparkan bom kerumah jurnalis Leo Depari, Tindakan penyerangan serangan terhadap seorang jurnalis adalah serangan terahap kerja jurnalistik.” Pungkasnya

 

Sebelumnya juga KH Nurul Yaqin Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama minta Polisi dapat segera mengungkap motif dan pelaku pelemparan bom molotov kerumah Leo Depari seorang wartawan yang tinggal di Desa Namorih, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

 

Menurut KH Nurul Yaqin Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, bahwa orang yang berbuat jahat akan mendapatkan balasanya,tidak sekarang, nanti akhirat.

 

Lebih Lanjut Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini meminta agar Polisi dalam hal ini Polda Sumatera Utara dapat segera mengungkap dan menangkap pelaku, karena rumah wartawan tersebut sudah pernah juga dibakar pada tahun2020 yang lalu dan juga belum terungkap, kemudian pada kamis 21/12/2023 sekitar pukul 03.58 wib kembali dilempar orang tidak dikenal.

 

“Nah, ini merupakan tindakan tidak terpuji, teror dalam bentuk apapun merupakan tindakan tidak terpuji, pengecut, kriminal, dan tidak bertanggung jawab bagaimana pun pihak kepolisian harus bisa mengungkap siapa pelaku teror tersebut dan apa motivnya. Karena kalau tidak segera diungkap siapa pelaku dan dalangnya bisa mengancam ketenganan masyarakat, masyarakat akan merasa cemas karena merasa tidak aman,” ujarnya, Sabtu 23/12/2023 Malam

 

Masi kata KH Nurul Yaqin, apalagi ini menjelang natal – tahun baru dan hari hari dimana pesta demokrasi semakin dekat. Ini adalah tanggung jawab Kepolisian untuk segera mengungkap kasus teror bom molotov dirumah wartawan di Pancur Batu dan menangkap pelakunya agar tercipta kondisi masyarakat yang aman dan tentram.

 

Nia sebagai pelapor dalam hal tersebut menjelaskan bahwa Desa Namorih menurutnya belakangan ini sudah tidak nyaman lagi, karena masi belum terungkap pelaku, otak pelaku serta pendana pelemparan bom molotov kerumahnya.

 

“Saya yakin Polisi sudah tau siapa pelaku, otak pelaku dan penyedia dana untuk melemparkan bom molotov kerumah saya, tapi saya heran kenapa polisi belum menangkapnya, sudah puluhan Polisi datang kerumah saya namun tidak ada yang berhasil menangkap pelaku. nah di sini saya juga banyak mendapatkan telepon agar tidak ribut kesana kemari, saya heran dan merasa aneh, rumah saya yang dibakar dan dilempar orang suruhan dengan bom molotov malahan mereka yang menyuruh saya sabar,” kesalnya

 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Sumaryono,SIK saat di konfirmasi terkait laporan pelemparan bom molotov kerumah oknum Jurnalis tersebut berjanji akan mengantesnikan penyelidikan kasus tersebut.

 

“Baik, kita atensikan ke Polrestabes kami beckup,” tulisnya, Selasa 30 Januari 2024

(***)

Text Foto : Ketua Ipw