Pelatihan TOT Literasi Keuangan Cara Kementan Tingkatkan Produksi Usah Tani

Pelatihan TOT Literasi Keuangan Cara Kementan Tingkatkan Produksi Usah Tani

Senin, 10 Juli 2023


Gowa, Rajapena.com,-Pertanian merupakan salah satu sektor yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Beberapa tahun terakhir, sektor ini konsisten tumbuh positif saat sektor lain terpuruk di masa pandemi.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengingatkan pentingnya pengelolaan usaha dan keuangan bagi petani dan wirausaha pertanian.

“Petani harus memiliki kemampuan manajerial yang baik, utamanya menyangkut keuangan. Sebab, usaha pertanian melibatkan aspek modal yang tidak sedikit. Untuk itu, segala sesuatunya harus tercatat dengan cermat,” ujar Mentan Syahrul.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengatakan, petani harus memiliki kemampuan manajerial yang memadai, terlebih menyangkut keuangan. Sebab, usaha pertanian melibatkan modal yang tidak sedikit. “Untuk itu, segala sesuatunya harus dilakukan dan tercatat cermat,” ungkap Dedi.

Lebih lanjut Dedi menambahkan, pertanian modern membutuhkan ‘pencatatan’ keuangan yang tersusun rapi. 

"Tujuannya untuk memudahkan petani dalam melakukan evaluasi, sebab, usaha pertanian memiliki fluktuasi dari waktu ke waktu.

“Hasil evaluasi tersebut sangat berguna untuk menentukan strategi usaha pada periode tanam di musim berikutnya. Dengan nilai bisnis besar, maka penguatan literasi keuangan petani harus diperkuat,” tegas Dedi.

Untuk terus memacu pertumbuhan di sektor pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan percepatan regenerasi petani.

Kegiatan pelatihan TOT Literasi Keuangan dan Proposal Bisnis bertujuan meningkatkan kemampuan menjadi pelatih serta pendamping ke petani milenial, dengan mengimplementasikan cara membuat proposal yang baik agar dapat mengakses permodalan, utama nya Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Kegiatan ToT berlangsung di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Sulawesi Selatan dimulai pada 09 Juli sampai dengan 13 Juli, 2023. 

Kegiatan dibuka oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku Muhammad Sidiq, S.TP., MM.

ToT diikuti sebanyak 73 peserta yang terdiri dari Staf Business Development Service Provider (BDSP) dan Financial Advisor yang berasal dari Maros, Bone, Bantaeng dan Bulukumba.