Temui Petani Ulat Sutera, Legislator PPP Sulsel Andi Nurhidayati Akui Pemasaran Jadi Kendala

Temui Petani Ulat Sutera, Legislator PPP Sulsel Andi Nurhidayati Akui Pemasaran Jadi Kendala

Sabtu, 19 Juni 2021


Soppeng (Sulsel), Kabartujuhsatu.news,- Anggota DPRD Sulsel, Andi Nurhidayati Zainuddin menggelar pertemuan dengan Petani Sutera di Kelurahan Ompo Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng, Sabtu (19/7/2021).

Pertemuan tersebut dalam rangka kegiatan Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) Wakil Ketua Komisi B DPRD Sulsel ini di Bumi Latemmamala, sebutan Kabupaten Soppeng.

Didampingi Penyuluh Kehutanan UPT KPH Walanae Abdul Aziz, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Soppeng-Wajo Salahuddin dan perwakilan Perum Perhutani Basri, Andi Etti sapaannya meninjau langsung bantuan Rumah Pemeliharaan Ulat.

Dihadapan Andi Etti sapaannya, Ketua Kelompok Tani Seppang Riwawo, Masyita mengucapkan mengucapkan terimakasih atas bantuan pemerintah provinsi berupa bantuan rumah pemeliharaan ulat yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dan ia juga mengeluhkan persoalan pemasaran yang hingga hari ini menjadi kendala bagi petani sutera di Kabupaten Soppeng yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

"Kami sangat bersyukur atas perhatian pemerintah kepada kami petani sutera di Soppeng. Mulai bantuan bibit difasilitasi hingga pembangunan rumah ulat, tapi kendalanya hari ini adalah pemasaran benang sutera yang sangat susah sekali," ujarnya.

Merespon hal tersebut, mengakui hal ini memang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah selama ini. Menurutnya, perhatian pemerintah selama ini di sektor hulu seperti ketersediaan ulat sutera yang berkualitas dan ketersedian pakan sangat baik, namun di sektor hilir seperti pemasaran masih perlu mendapatkan perhatian serius.

“Saya akan bicarakan dengan dinas perindustrian dan OPD terkait agar persoalan pemasaran agar bisa dicarikan solusi. Perlu ada kolaborasi antar pemerintah provinsi dan kabupaten, sinergitas antar OPD untuk memberikan solusi di sektor hilir yakni industri dan pemasarannya,” ujarnya.

"Terlebih di tengah pandemi Covid-19 ini, pemerintah harus memutak otak agar perekonomian bisa tetap stabil karena beberapa sumber pendapatan pemerintah menurun, ini harus disiasati oleh pemerintah," tutupnya. (Resi).